PALANGKA RAYA – Tidak ada konvoi kendaraan. Tidak ada coretan seragam. Apalagi pesta meriah yang menghabiskan biaya besar.
Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Kota Palangka Raya, sekelompok pelajar justru memilih cara sederhana untuk merayakan kelulusan mereka. Berdiri di bawah terik matahari di persimpangan lampu merah Jalan Diponegoro, mereka membagikan ratusan bungkus pop mie kepada para pengguna jalan.
Mereka adalah pelajar kelas IX SMP Islam Nurul Ihsan Palangka Raya yang baru saja menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama.
Satu per satu pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala disapa dengan ramah. Dengan senyum tulus, para pelajar menyerahkan bingkisan sederhana yang telah mereka siapkan sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan yang diraih.
Sebanyak 313 bungkus pop mie dibagikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut bukan tanpa makna. Angka itu disesuaikan dengan jumlah siswa kelas IX yang dinyatakan lulus tahun ini.
“Ini dalam rangka tasyakuran atas kelulusan kami,” ujar Naysila Saputri, salah seorang perwakilan siswa, Rabu (3/6/2026).
Bagi sebagian orang, satu bungkus pop mie mungkin terlihat biasa. Namun bagi para pelajar tersebut, bingkisan sederhana itu menjadi simbol kebahagiaan sekaligus rasa terima kasih atas perjalanan pendidikan yang telah mereka lalui selama tiga tahun.
Tidak sedikit pengendara yang tampak terkejut saat menerima pemberian tersebut. Sebagian membalas dengan senyuman, sementara yang lain mengucapkan terima kasih sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Suasana hangat dan penuh keakraban pun tercipta di tengah padatnya aktivitas kota.
Para siswa mengaku hanya menjalankan amanah yang diberikan sekolah. Persiapan kegiatan sebagian besar dilakukan oleh para guru dan pihak sekolah, sementara mereka bertugas membagikan bingkisan kepada masyarakat.
Namun dari cara mereka menyapa dan berbagi, terlihat jelas bahwa yang mereka berikan bukan sekadar makanan instan.
Mereka sedang membagikan kebahagiaan.
Di saat sebagian pelajar merayakan kelulusan dengan konvoi atau kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, para siswa SMP Islam Nurul Ihsan memilih merayakannya dengan berbagi kepada sesama.
Sebuah tindakan sederhana yang menyimpan pesan mendalam tentang rasa syukur, kepedulian, dan nilai-nilai kebersamaan.
Karena pada akhirnya, kelulusan bukan hanya tentang berakhirnya masa sekolah. Kelulusan juga menjadi momentum untuk menunjukkan pelajaran hidup yang telah dipetik selama menempuh pendidikan.
Dan di persimpangan jalan itu, para pelajar SMP Islam Nurul Ihsan membuktikan bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam kemewahan. Terkadang, kebahagiaan lahir dari hal-hal sederhana: satu bungkus pop mie, satu senyuman, dan satu rasa syukur yang dibagikan kepada sesama.






































