PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, S.H., M.H, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman kebakaran maupun berbagai kondisi darurat lainnya.
Menurut Nurhidayah, keberadaan Disdamkarmat memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung jalannya roda pemerintahan serta menjaga keselamatan masyarakat, harta benda, dan lingkungan dari berbagai potensi bencana kebakaran.
“Damkar memiliki arti penting dalam jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Kobar, terutama dalam menjaga wilayah Kotawaringin Barat dari ancaman bahaya kebakaran,” ujarnya, Jumat (20/6/2026).
Ia menjelaskan, tugas Disdamkarmat tidak hanya berkaitan dengan pencegahan dan pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan yang membutuhkan respons cepat di tengah masyarakat.
Salah satu tugas yang cukup sering ditangani petugas damkar adalah merespons laporan warga terkait keberadaan hewan liar atau berbahaya, seperti ular yang masuk ke lingkungan permukiman.
Nurhidayah berharap kinerja Disdamkarmat tetap optimal meskipun masih menghadapi keterbatasan jumlah personel. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat pengabdian para petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Justru dalam kurun tiga tahun terakhir mereka terus menunjukkan eksistensinya dalam mengawal Kabupaten Kobar dari ancaman bahaya kebakaran,” ungkapnya.
Kabupaten Kotawaringin Barat sendiri merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup tinggi saat memasuki musim kemarau.
Beberapa wilayah yang kerap menjadi titik konsentrasi kebakaran antara lain Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Kotawaringin Lama, dan Pangkalan Banteng.
Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Kabupaten Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan bahwa sejak Januari hingga Juni 2026 pihaknya telah menangani sebanyak 16 kasus kebakaran di wilayah setempat.
“Dari enam belas kasus kebakaran tersebut, empat belas merupakan kebakaran permukiman dan dua kasus kebakaran lahan di kawasan permukiman,” jelasnya.
Dwi berharap dengan berbagai upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan yang terus dilakukan, wilayah Kotawaringin Barat dapat terhindar dari ancaman kebakaran yang lebih besar, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, keterbatasan jumlah personel bukan menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dukungan berbagai pihak justru menjadi motivasi bagi petugas untuk terus menjalankan tugas secara maksimal.
“Minimnya anggota bukan halangan. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu pemicu semangat untuk memaksimalkan pelaksanaan tugas di lapangan,” pungkasnya.















