PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palangka Raya, Sumarsono, menegaskan pentingnya konektivitas sistem drainase mulai dari saluran tersier, sekunder hingga primer sebagai upaya mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman.
Menurut Sumarsono, keterhubungan antarjaringan drainase menjadi faktor penting untuk memastikan aliran air dapat mengalir dengan lancar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Pengelolaan drainase melibatkan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Untuk saluran primer, kewenangannya berada pada pemerintah provinsi,” ujarnya saat mengikuti kegiatan pembersihan drainase bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Jalan Kecipir, Jumat (19/6/2026).
Sumarsono menjelaskan, penanganan drainase tidak dapat dilakukan secara parsial karena setiap saluran memiliki fungsi dan keterkaitan satu sama lain. Apabila salah satu saluran mengalami penyumbatan atau kerusakan, maka dapat memengaruhi kinerja sistem drainase secara keseluruhan.
Karena itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan drainase sesuai kewenangan masing-masing.
Menurut Sumarsono, pembagian kewenangan tersebut telah diatur berdasarkan fungsi dan kategori saluran yang ada di wilayah perkotaan maupun kawasan lainnya. Pemerintah kota bertanggung jawab pada sejumlah saluran tertentu, sementara saluran primer menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Kegiatan pembersihan drainase yang dilakukan bersama lintas OPD merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas saluran sekaligus menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak terhambat oleh sampah maupun sedimentasi.
Sumarsono berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk mendukung efektivitas pengelolaan drainase di Kota Palangka Raya.
Melalui sinergi antarinstansi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal sehingga potensi genangan maupun banjir di kawasan permukiman dapat diminimalkan.

















