KUALA KAPUAS – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese, mengatakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia memenuhi komitmennya dalam mendukung program cetak sawah baru di Kabupaten Kapuas melalui penyaluran ratusan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pengolahan lahan pada tahun 2026.
Bantuan alsintan yang dikirim terdiri dari rotavator, hand traktor roda dua (TR2), pompa air, dan hand sprayer yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program cetak sawah di berbagai wilayah Kabupaten Kapuas.
Edi Dese menjelaskan, bantuan rotavator yang diterima sebanyak 57 unit, sedangkan bantuan hand traktor roda dua mencapai 488 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 unit telah tiba di Kapuas dan 320 unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Kementerian Pertanian.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menerima bantuan berupa 95 unit pompa air ukuran 4 inci dan 213 unit hand sprayer.
“Untuk bantuan hand traktor saat ini masih dalam proses pengiriman dari Kementerian Pertanian. Sedangkan bantuan rotavator sebanyak 57 unit seluruhnya sudah tiba di Kapuas,” ujarnya.
Menurut Edi Dese, bantuan alsintan tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat tahapan pengolahan lahan pada program cetak sawah tahun 2026 sehingga proses penanaman dapat segera dilakukan.
“Dalam program cetak sawah ini kami mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Kapuas. Beliau berharap lahan yang telah dicetak dan diolah dapat segera ditanami sehingga mampu menghasilkan panen yang optimal,” katanya.
Edi Dese menambahkan, program cetak sawah tidak hanya bertujuan memperluas areal tanam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Melalui pemanfaatan lahan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh tambahan pendapatan dan meningkatkan produktivitas pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian terhadap program cetak sawah yang tengah dijalankan di Kabupaten Kapuas.
Menurut Wiyatno, bantuan alsintan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pembukaan dan pengolahan lahan sehingga target program cetak sawah dapat tercapai sesuai rencana.
Wiyatno berharap seluruh bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dijaga dengan baik oleh kelompok tani penerima agar memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, lahan yang sudah dicetak harus benar-benar produktif, ditanami, dan menghasilkan panen yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketersediaan pangan,” tegasnya.
Dengan dukungan alsintan yang memadai, Pemerintah Kabupaten Kapuas optimistis program cetak sawah tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian serta ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.






















