NANGA BULIK – Keikutsertaan Kabupaten Lamandau dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan keagamaan. Pemerintah Kabupaten Lamandau menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat karakter, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat pelepasan dan keikutsertaan kafilah Kabupaten Lamandau pada MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya.
Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam Kabupaten Lamandau, Meigo Basel, yang mewakili Bupati Lamandau, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut Meigo Basel, MTQ KORPRI bukan sekadar kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi media pembinaan mental dan spiritual bagi aparatur sipil negara agar mampu menjalankan tugas dengan lebih baik dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Ia mengatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dipahami dalam konteks perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Karena itu, kegiatan MTQ KORPRI dinilai memiliki nilai strategis dalam membentuk ASN yang berintegritas, memiliki etika kerja yang baik, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, ASN didorong untuk terus meningkatkan kualitas keimanan sekaligus profesionalisme dalam bekerja. Semoga peserta tetap semangat,” ujar Meigo Basel saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, Meigo Basel menegaskan bahwa keberhasilan mengikuti MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau gelar juara yang diraih. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana peserta mampu menyerap nilai-nilai positif yang diperoleh selama kegiatan dan menerapkannya dalam kehidupan serta pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugas merupakan prinsip yang harus terus dijaga oleh setiap aparatur sipil negara.
“Keikutsertaan dalam MTQ KORPRI tidak hanya berorientasi pada capaian juara, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter ASN yang religius, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Meigo Basel berharap seluruh kafilah Kabupaten Lamandau dapat memberikan penampilan terbaik selama mengikuti MTQ KORPRI VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, para peserta juga diharapkan mampu menjaga nama baik daerah serta mempererat silaturahmi dengan peserta dari kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.
Ia menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama mengikuti MTQ KORPRI diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui partisipasi dalam MTQ KORPRI, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap dapat terus mendorong terbentuknya ASN yang memiliki keseimbangan antara kompetensi, integritas, dan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.
























