PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menilai program jalur sepeda di Kota Palangka Raya masih memiliki manfaat bagi masyarakat dan layak untuk dilanjutkan. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap kualitas pekerjaan, khususnya terkait kondisi marka jalur sepeda yang belakangan menjadi sorotan publik karena cepat memudar dan mengelupas.
Menurut Okki Maulana, keberlanjutan sebuah program seharusnya dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari kekurangan yang muncul dalam pelaksanaannya.
“Kalau ditanya apakah programnya perlu dilanjutkan atau tidak, saya melihat dari sisi manfaatnya terlebih dahulu. Kalau memang manfaatnya bagus untuk masyarakat, ya kenapa tidak dilanjutkan,” ujarnya, Selasa (17/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian bukan terletak pada konsep pembangunan jalur sepeda, melainkan pada kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek teknis pekerjaan, termasuk pemilihan material yang digunakan agar fasilitas tersebut memiliki daya tahan lebih baik dan sesuai dengan kondisi jalan di Kota Palangka Raya.
Menurut Okki Maulana, penggunaan material yang tepat sangat penting agar hasil pekerjaan tidak mudah rusak akibat cuaca maupun tingginya intensitas lalu lintas kendaraan.
“Namun kalau memang tidak mendesak dan bukan prioritas, tentu tidak perlu dipaksakan. Tetapi kalau itu menjadi kebutuhan dan prioritas masyarakat, silakan dilanjutkan. Tinggal kualitas catnya yang diperbaiki dan dicari solusi yang tepat, termasuk jenis cat yang cocok digunakan untuk permukaan aspal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah dapat mencari alternatif material yang lebih sesuai untuk marka jalan, sehingga anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat yang maksimal dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Okki Maulana juga menegaskan bahwa DPRD Kalimantan Tengah selalu mempertimbangkan berbagai kebutuhan masyarakat dalam setiap pembahasan anggaran daerah.
Menurutnya, seluruh program pembangunan harus disesuaikan dengan tingkat urgensi, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kemampuan keuangan daerah agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Saya lihat pekerjaan itu juga masih dilanjutkan, misalnya di kawasan Jalan Thamrin. Yang penting dalam pembahasan anggaran kami selalu melihat mana yang benar-benar menjadi prioritas dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai jalur sepeda merupakan salah satu fasilitas publik yang dapat mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat apabila dikelola dan dipelihara dengan baik.
Karena itu, DPRD Kalimantan Tengah berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan jalur sepeda sehingga manfaat program tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurut Okki Maulana, perbaikan kualitas pelaksanaan pekerjaan jauh lebih penting dibanding memperdebatkan keberadaan program yang pada dasarnya masih memiliki nilai guna bagi pengguna jalan dan masyarakat secara umum





















