PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng menyiapkan konsep pengembangan Rumah Sakit Tipe A yang saat ini tengah dibangun di kawasan KM 26 Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Rumah sakit tersebut direncanakan menjadi rumah sakit rujukan dengan kekhususan penanganan penyakit infeksi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Suyuti Syamsul, mengatakan bahwa saat ini pembangunan rumah sakit masih menjadi kewenangan perangkat daerah yang menangani pembangunan fisik. Setelah pembangunan selesai dan fasilitas dinyatakan siap beroperasi, pengelolaannya akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Nanti setelah selesai dibangun dan siap operasional, rumah sakit itu akan diambil alih pengelolaannya oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Menurut Suyuti, konsep pengembangan rumah sakit sedang disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan jangka panjang di Kalimantan Tengah, terutama dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit menular yang berpotensi muncul di masa mendatang.
Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi salah satu pertimbangan penting dalam perencanaan tersebut. Karena itu, rumah sakit yang dibangun di Tangkiling diarahkan memiliki kekhususan dalam penanganan penyakit infeksi, baik penyakit infeksi baru (emerging infectious diseases), penyakit yang muncul kembali (reemerging diseases), maupun penyakit infeksi yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
“Pemikiran kami kemungkinan besar diarahkan pada pelayanan penyakit infeksi, termasuk infeksi emerging, reemerging, maupun penyakit seperti tuberkulosis,” katanya.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit khusus penyakit infeksi akan memberikan manfaat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan daerah. Selain meningkatkan kapasitas penanganan pasien, keberadaan fasilitas khusus tersebut juga dapat mengurangi risiko penularan silang apabila pasien penyakit infeksi dirawat bersamaan dengan pasien umum di rumah sakit rujukan lainnya.
Meski memiliki kekhususan pada layanan penyakit infeksi, rumah sakit tersebut tetap akan melayani berbagai jenis pelayanan kesehatan lainnya sesuai standar rumah sakit tipe A yang menjadi pusat rujukan tertinggi di daerah.
“Kalau Rumah Sakit Kalawa Atei memiliki kekhususan pelayanan kesehatan jiwa, maka rumah sakit di Tangkiling ini nantinya diarahkan memiliki kekhususan pada pelayanan penyakit infeksi,” jelas Suyuti.
Ia menambahkan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan rujukan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit menular di masa depan.
Dengan hadirnya rumah sakit rujukan penyakit infeksi tersebut, masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, cepat, dan spesifik sesuai kebutuhan medis yang diperlukan.
“Harapannya, rumah sakit ini nantinya mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Tengah serta memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit infeksi,” pungkasnya.






















