PALANGKA RAYA – Ketersediaan BBM jenis Pertamax di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar tersebut, terutama pada siang hari.
Sejumlah pengendara terpaksa berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain karena stok Pertamax tidak selalu tersedia. Kondisi ini memicu antrean kendaraan dan menambah waktu tunggu masyarakat.
Di SPBU Jalan Yos Sudarso, layanan Pertamax bahkan sempat tidak tersedia pada siang hari. Situasi ini membuat sebagian warga memilih menunda pengisian atau beralih ke BBM jenis lain.
Pengawas SPBU setempat, Denmas Senji, menjelaskan bahwa stok Pertamax sebenarnya masih ada, namun penyalurannya diatur melalui sistem manajemen stok.
“Stok masih tersedia, tapi kami atur penyalurannya agar tetap mencukupi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pengisian Pertamax hanya dibuka pada jam-jam tertentu, yakni pagi pukul 06.00–09.00 dan sore pukul 16.00–18.00.
Kebijakan tersebut menyebabkan masyarakat yang datang di luar jam tersebut tidak dapat dilayani, sehingga antrean cenderung menumpuk pada waktu penyaluran.
Senji menambahkan, terkait distribusi pasokan, hal tersebut merupakan kewenangan pihak Pertamina.
“Kalau soal distribusi, itu bukan di kami, silakan ke Pertamina,” katanya.
Di sisi lain, tidak semua masyarakat mengetahui adanya pembatasan jam layanan tersebut. Akibatnya, banyak pengendara yang datang di waktu yang tidak tepat dan harus kembali tanpa mendapatkan Pertamax.
Meski demikian, kondisi ini belum tentu merata di seluruh SPBU di Palangka Raya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait penyebab terbatasnya pasokan Pertamax maupun perkiraan waktu normalisasi distribusi di wilayah tersebut.





















