PALANGKA RAYA – PT Bank Kalteng menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta evaluasi kinerja perseroan selama satu tahun terakhir.
Pelaksanaan RUPST tersebut dihadiri seluruh kepala daerah se-Kalimantan Tengah selaku pemegang saham PT Bank Kalteng, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran sebagai Pemegang Saham Pengendali.
Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh bupati dan wali kota yang dinilai mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen bersama dalam mendukung penguatan dan pengembangan Bank Kalteng sebagai bank pembangunan daerah.
RUPST menjadi agenda rutin perseroan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban direksi atas pengelolaan perusahaan selama Tahun Buku 2025, termasuk laporan pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang strategis bagi para pemegang saham untuk memberikan arahan, masukan, dan evaluasi guna memperkuat kinerja serta pengembangan Bank Kalteng ke depan.
Dalam rapat tersebut, seluruh pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025 atau senilai Rp184,2 miliar yang dibagikan secara proporsional sesuai kepemilikan saham masing-masing daerah.
Keputusan itu dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi Bank Kalteng dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Selain menyetujui pembagian dividen, para pemegang saham juga memberikan apresiasi atas capaian kinerja keuangan Bank Kalteng yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
Secara umum, laba bersih Bank Kalteng tercatat sebesar Rp368 miliar atau meningkat 14,76 persen dibanding tahun 2024 yang berada pada angka Rp321 miliar.
Dari sisi aset, total aset Bank Kalteng juga mengalami pertumbuhan signifikan dari Rp16,8 triliun pada 2024 menjadi Rp20,4 triliun pada 2025 atau naik sekitar 21,46 persen.
Pertumbuhan tersebut turut didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp10,7 triliun menjadi Rp13,8 triliun serta penyaluran kredit yang meningkat dari Rp10,7 triliun menjadi Rp11,7 triliun.
Direktur Utama PT Bank Kalteng, Maslipansyah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dukungan para pemegang saham, kepercayaan nasabah, serta kerja keras seluruh insan Bank Kalteng dalam menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
“RUPST Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Kalteng untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada para pemegang saham. Kami bersyukur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan, sehingga Bank Kalteng dapat terus tumbuh secara sehat, prudent, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, serta masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Menurut Maslipansyah, pertumbuhan aset, penghimpunan dana, dan penyaluran kredit menunjukkan Bank Kalteng terus memperkuat fungsi intermediasi sekaligus mempertegas perannya sebagai bank pembangunan daerah.
Di tengah dinamika industri perbankan, Bank Kalteng juga terus memperkuat transformasi layanan melalui pengembangan digitalisasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan ekosistem transaksi daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, maupun pemerintah daerah.
“Ke depan, Bank Kalteng akan terus memperkuat layanan, meningkatkan kualitas intermediasi, memperluas digitalisasi, serta menjaga agar pertumbuhan perusahaan tetap sehat dan berdampak bagi daerah,” tambahnya.
Pelaksanaan RUPST Tahun Buku 2025 juga menjadi penegasan komitmen Bank Kalteng dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan dukungan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan, Bank Kalteng berkomitmen terus tumbuh sebagai bank daerah yang modern, kuat, dan terpercaya sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah secara inklusif dan berkelanjutan.























