Pemkab Kotim Siapkan Penguatan Pendidikan Karakter Menyikapi Fenomena Boti

Siap diputar

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memberikan perhatian terhadap fenomena laki-laki yang berpenampilan dan berperilaku menyerupai perempuan atau yang dikenal dengan istilah boti. Isu tersebut mencuat setelah adanya masukan dari kalangan pelajar yang menilai fenomena tersebut mulai terlihat di lingkungan pendidikan dan ruang publik.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin menutup mata terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi perkembangan karakter generasi muda. Karena itu, diperlukan langkah yang tepat agar fenomena tersebut dapat disikapi secara bijaksana tanpa menimbulkan stigma maupun diskriminasi.

Menurut Halikinnor, pendidikan karakter menjadi salah satu instrumen penting untuk membentuk kepribadian pelajar agar memiliki landasan moral, etika, dan nilai-nilai sosial yang kuat.

“Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama. Yang terpenting adalah bagaimana memberikan pembinaan dan pendampingan agar anak-anak kita memiliki karakter yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang positif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan pembahasan bersama sejumlah instansi terkait untuk merumuskan langkah pembinaan yang tepat. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter, layanan konseling, hingga pendekatan keagamaan yang melibatkan berbagai pihak.

Selain itu, Halikinnor mengingatkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku peserta didik. Karena itu, satuan pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pembinaan mental dan karakter siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah daerah dengan memperkuat koordinasi bersama berbagai instansi terkait.

Menurutnya, Dinas Pendidikan akan melibatkan unsur Kesbangpol, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, guru bimbingan konseling, hingga tokoh masyarakat dalam menyusun langkah pembinaan yang komprehensif.

“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, psikologis, dan kesehatan,” katanya.

Yolanda mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk terkait fenomena tersebut di sekolah tingkat SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Namun pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat komunikasi bersama sekolah dan para pemangku kepentingan.

Ia menilai penguatan pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan agar peserta didik mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman, termasuk pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk berkembang. Karena itu pendidikan karakter perlu terus diperkuat agar mereka memiliki pegangan dalam bersikap dan berperilaku,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kotim berharap melalui sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak baik, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa.

Baca juga »  SEMANGAT PERSATUAN WARNAI PERAYAAN HUT RI KE-80 DI PALANGKA RAYA
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.34.51
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.42.53
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 04.08.21
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN