DPKUKMP Kota Palangka Raya Siap Sukseskan Palangka Raya Fair 2026 sebagai Wadah Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Siap diputar

PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan pelaksanaan Palangka Raya Fair 2026 yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bidang UMKM DPKUKMP Kota Palangka Raya, Rahmanita, S.P., M.A.P., usai menghadiri kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Palangka Raya bersama media dan insan pers yang digelar di Sejiwo Coffee Club dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat daerah, komunitas, pelaku UMKM, dunia usaha, dan media untuk berkolaborasi menyukseskan berbagai agenda hari jadi yang akan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Menurut Ibu Rahmanita, semangat kolaborasi yang diusung Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi langkah positif dalam memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal.

“Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan berbagai agenda hari jadi. Dengan melibatkan banyak pihak, manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha lokal,” ujarnya.

Sebagai salah satu perangkat daerah pelaksana, DPKUKMP Kota Palangka Raya akan mengambil peran penting dalam penyelenggaraan Palangka Raya Fair 2026 yang direncanakan menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya.

Menurut Ibu Rahmanita, Palangka Raya Fair bukan hanya sekadar pameran produk dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu wadah yang produktif.

“Palangka Raya Fair diharapkan menjadi titik temu berbagai pihak untuk membangun sinergi dan kolaborasi. Selain menjadi sarana promosi bagi UMKM dan pelaku usaha lokal, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut para pelaku UMKM akan memperoleh ruang promosi produk, memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Berkaca dari pelaksanaan Palangka Raya Fair tahun 2025, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Nilai transaksi yang tercatat dari aktivitas pengunjung pada stand UMKM dan tenant kuliner mencapai sekitar Rp3 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Palangka Raya Fair tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Pada pelaksanaan tahun 2026, DPKUKMP Kota Palangka Raya berharap capaian transaksi dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah peserta dan pengunjung.

Selain meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, Palangka Raya Fair juga menjadi sarana bagi UMKM binaan DPKUKMP Kota Palangka Raya untuk naik kelas melalui penyediaan lapak usaha, penguatan branding produk, promosi digital, serta perluasan akses pasar.

Ibu Rahmanita menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi media promosi berbagai produk unggulan lokal, potensi pariwisata, seni budaya, ekonomi kreatif, dan kekayaan daerah yang dimiliki Kota Palangka Raya kepada ribuan pengunjung yang hadir selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, pelaksanaan Palangka Raya Fair turut memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja musiman. Berbagai sektor pendukung seperti pengelolaan stand, tenaga event, parkir, kebersihan, keamanan, hingga hiburan masyarakat membutuhkan keterlibatan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.

Kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui sektor retribusi, pajak hiburan, serta aktivitas ekonomi yang tumbuh selama penyelenggaraan kegiatan.

Menurut Ibu Rahmanita, salah satu nilai utama Palangka Raya Fair adalah kemampuannya menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu momentum yang produktif dan memberikan manfaat bersama.

Selain berdampak pada sektor ekonomi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana hiburan yang terjangkau bagi masyarakat melalui berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan musik, kuliner, pameran produk lokal, serta berbagai wahana yang dapat dinikmati seluruh kalangan.

Ibu Rahmanita optimistis Palangka Raya Fair 2026 akan menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu menarik partisipasi masyarakat, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui momentum Hari Jadi Pemerintah Kota dan Hari Jadi Kota Palangka Raya dapat terus terjaga serta menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, kami berharap Palangka Raya Fair dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan UMKM sekaligus mendorong kemajuan ekonomi Kota Palangka Raya,” pungkasnya.

Baca juga »  Palangka Raya Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran se-Indonesia versi Indeks Kota Toleran 2024
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

WhatsAppImage2026-06-03at192454
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow