PALANGKA RAYA – Tim BPK Kamboja melakukan penebangan dua batang pohon berukuran besar di kawasan Jalan Anggrek PCPR I Nomor 59, Minggu (10/5/2026). Penebangan dilakukan setelah adanya laporan warga yang khawatir pohon tersebut dapat membahayakan rumah saat cuaca ekstrem maupun angin kencang.
Dua pohon yang ditebang yakni pohon matoa dengan tinggi sekitar 10 meter dan diameter pangkal batang sekitar 40 sentimeter, serta pohon nangka setinggi kurang lebih 12 meter dengan diameter pangkal batang sekitar 45 sentimeter.
Berdasarkan analisa di lokasi, posisi pohon berada sangat dekat dengan bangunan rumah dan jaringan kabel di sekitar permukiman warga. Kondisi batang yang cukup tinggi dan rimbun dinilai berpotensi membahayakan atap rumah apabila sewaktu-waktu tumbang akibat cuaca buruk.

Selain faktor keselamatan, pemilik rumah juga mengeluhkan daun pohon yang terus berjatuhan di atas atap rumah sehingga menyebabkan kelembaban dan mempercepat pelapukan bagian atap bangunan.
Dalam proses evakuasi, personel BPK Kamboja tampak melakukan pemotongan batang pohon secara bertahap menggunakan mesin chainsaw. Beberapa anggota bahkan harus memanjat hingga ke bagian pucuk pohon untuk memastikan arah rebah batang tetap aman dan tidak mengenai bangunan warga maupun kabel listrik di sekitar lokasi.
Tim di lapangan juga melakukan pembersihan ranting dan batang pohon yang berserakan di halaman rumah hingga tepi jalan agar akses warga kembali normal setelah proses penebangan selesai dilakukan.
Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk respon cepat atas permintaan bantuan masyarakat terkait potensi bahaya pohon rawan tumbang di lingkungan permukiman.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang apabila tidak segera dilakukan penanganan sejak dini.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi pohon besar yang berada di dekat rumah maupun jaringan listrik. Jika dinilai membahayakan, segera laporkan agar dapat ditangani bersama sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sucipto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan relawan yang terlibat dalam proses penebangan karena pekerjaan tersebut memiliki risiko cukup tinggi, terutama saat pemotongan dilakukan di ketinggian dan dekat kabel listrik.
“Keselamatan personel dan warga menjadi prioritas utama. Syukur alhamdulillah proses penebangan berjalan aman, lancar, dan tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan sekitar,” tambahnya.

BPK Kamboja berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya pohon rawan tumbang, terutama memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Kota Palangka Raya

























