DPRD Soroti Kesiapan Genset Usai Listrik Padam Saat Peresmian Puskesmas Menteng

Siap diputar

PALANGKA RAYA – Peresmian gedung baru UPTD Puskesmas Menteng beserta tiga puskesmas pembantu (Pustu) di Kota Palangka Raya sempat diwarnai kendala teknis akibat pemadaman listrik yang terjadi saat acara berlangsung, Senin (23/6/2026). Insiden tersebut memicu perhatian terhadap kesiapan sistem kelistrikan cadangan di fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.

Gedung yang diresmikan meliputi UPTD Puskesmas Menteng serta tiga puskesmas pembantu, yakni Pustu Pondok Cahaya Mas, Pustu Bukit Raya, dan Pustu Takaras. Acara yang dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tenaga kesehatan itu sempat tertunda karena pasokan listrik utama terhenti saat kegiatan berlangsung.

Pemadaman listrik tersebut menyebabkan beberapa rangkaian acara tidak dapat berjalan sesuai jadwal. Kondisi semakin menjadi perhatian karena genset yang seharusnya berfungsi sebagai sumber listrik cadangan tidak dapat langsung digunakan untuk mendukung kegiatan saat itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan bahwa UPTD Puskesmas Menteng sebenarnya telah memiliki genset sebagai sumber daya listrik cadangan. Namun, saat kejadian terjadi kendala teknis pada instalasi pendukung sehingga genset tidak dapat berfungsi secara optimal.

“Ada, gensetnya ada. Kabelnya yang kemarin itu putus,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Riduan mengatakan selama ini seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya telah dilengkapi fasilitas genset guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik dari jaringan utama. Oleh karena itu, kejadian seperti yang terjadi saat peresmian tersebut terbilang jarang terjadi.

Menurutnya, keberadaan genset menjadi salah satu standar penting dalam mendukung operasional fasilitas kesehatan, terutama karena banyak layanan kesehatan yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

“Jarang, karena selama ini genset cadangan. Semua puskesmas genset ada,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi pemadaman listrik selama kegiatan peresmian berlangsung. Bahkan, Dinas Kesehatan telah menyampaikan surat resmi agar pasokan listrik tetap terjaga selama acara berlangsung.

“Itu mungkin tadi kita juga tidak menyangka karena kemarin itu kita sudah bersurat bahwa jangan ada pemadaman karena ada peresmian. Jadi karena kami sudah bersurat, kami anggap clear,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa seluruh permasalahan yang muncul saat peresmian harus segera dievaluasi agar tidak berdampak terhadap pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya difokuskan pada persoalan listrik, tetapi juga mencakup seluruh aspek pelayanan yang berpotensi menghambat operasional fasilitas kesehatan.

“Tadi saya sudah langsung menanyakan kepada Kepala UPTD terkait berbagai permasalahan yang ada. Tidak hanya soal listrik, tetapi seluruh kendala pelayanan harus segera dievaluasi dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Fairid menjelaskan bahwa UPTD Puskesmas Menteng saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan operasional dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan status tersebut, puskesmas memiliki kewenangan yang lebih luas dalam mengelola kebutuhan operasional sehari-hari, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan.

“Puskesmas Menteng berstatus BLUD, sehingga memiliki pengelolaan anggaran tersendiri. Mereka dapat mengatur kebutuhan operasional sesuai dengan kebutuhan pelayanan,” katanya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem kelistrikan cadangan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pasalnya, berbagai layanan kesehatan saat ini sangat bergantung pada perangkat elektronik, mulai dari sistem pendaftaran pasien, rekam medis digital, alat pemeriksaan kesehatan, hingga penyimpanan obat dan vaksin yang memerlukan suhu stabil.

Karena itu, kesiapan genset, kondisi instalasi listrik, serta prosedur penanganan darurat saat terjadi gangguan pasokan listrik dinilai perlu menjadi perhatian serius guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap hasil evaluasi yang dilakukan dapat menjadi bahan perbaikan sehingga seluruh fasilitas kesehatan di wilayah setempat mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dalam berbagai kondisi.

Baca juga »  Pemko Palangka Raya Tertibkan Jaringan Kabel Provider Demi Keselamatan dan Estetika Kota
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
VERIFIKASI ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN QR ANGGOTA
Arahkan QR Kartu Anggota ke area pemindaian
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

CALLCENTER110POLRI
KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow

Close

Dukungan Anda Dibutuhkan 🙏

Kami mendeteksi Anda menggunakan AdBlock. Website ini dapat berjalan secara gratis karena dukungan dari iklan. Mohon bantu kami dengan menonaktifkan AdBlock agar kami bisa terus menyajikan berita terbaru dan terpercaya untuk Anda. Terima kasih atas dukungan Anda 🙏