PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meresmikan gedung baru UPTD Puskesmas Menteng sekaligus tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), yakni Pustu Pondok Cahaya Mas, Pustu Bukit Raya, dan Pustu Takaras. Peresmian yang berlangsung di UPTD Puskesmas Menteng, Jalan Tanggung Tilung Nomor 59, Selasa (23/6/2026), menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan peresmian mengusung tema “Bersama Membangun Masyarakat Lebih Sehat, Aktif, dan Solutif”. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya memadai dari sisi infrastruktur, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, cepat, dan mudah diakses masyarakat.
Dalam sambutannya, Fairid Naparin menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberadaan gedung baru harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, serta kesiapan sarana pendukung agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
“Saya berharap keberadaan gedung baru Puskesmas Menteng dan tiga Pustu dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, cepat, dan mudah dijangkau oleh warga,” ujarnya.
Fairid Naparin menekankan pentingnya memastikan seluruh fasilitas pendukung pelayanan berada dalam kondisi siap digunakan setiap saat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan dan kesiapan genset sebagai sumber listrik cadangan, terutama setelah sempat terjadi kendala kelistrikan saat pelaksanaan peresmian.
Menurutnya, sebagai fasilitas kesehatan yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), UPTD Puskesmas Menteng memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran sehingga kebutuhan operasional yang mendukung pelayanan masyarakat dapat segera dipenuhi.
Selain kesiapan sarana pendukung, Fairid Naparin juga meminta penataan lingkungan puskesmas segera dilakukan agar memberikan kenyamanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Salah satu yang diusulkan adalah pemasangan paving block di area halaman sehingga kawasan puskesmas terlihat lebih rapi, bersih, dan representatif.
Tidak hanya itu, Fairid Naparin juga menginstruksikan pemasangan papan petunjuk Unit Gawat Darurat (UGD) di titik-titik strategis dan jalan utama agar masyarakat dapat dengan mudah menemukan akses pelayanan darurat ketika membutuhkan pertolongan medis secara cepat.
Menurutnya, kemudahan akses informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang berkualitas. Karena itu, fasilitas kesehatan harus mampu memberikan petunjuk yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.

Lebih lanjut, Fairid Naparin menjelaskan bahwa layanan UGD di Puskesmas Menteng nantinya akan terintegrasi dengan layanan Call Center Tanggap Darurat 112 milik Pemerintah Kota Palangka Raya. Integrasi tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Dalam kesempatan tersebut, Fairid Naparin juga meminta jajaran Dinas Kesehatan untuk terus fokus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat koordinasi antarpetugas di lapangan.
Selain aspek pelayanan kesehatan, Fairid Naparin turut mendorong peningkatan transparansi pelayanan publik melalui sinergi antara puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah terkait. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik pungutan liar.
Ia meminta setiap loket pelayanan memasang maklumat pelayanan sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan yang transparan, profesional, dan akuntabel. Seluruh pelayanan administrasi, kasir, hingga farmasi juga diminta berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan bahwa gedung baru UPTD Puskesmas Menteng kini memiliki fasilitas pelayanan yang lebih lengkap dibandingkan sebelumnya.
Selain pelayanan kesehatan dasar, puskesmas tersebut telah dilengkapi layanan persalinan serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
“Pelayanan kesehatan melalui puskesmas diharapkan dapat memberikan akses kesehatan yang baik bagi masyarakat,” kata Riduan.
Riduan menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat layanan kesehatan primer yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Palangka Raya juga memberikan penghargaan kepada 11 puskesmas berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan inovasi pelayanan yang telah dilakukan selama ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan serta membuka peluang beasiswa bagi dokter puskesmas untuk melanjutkan pendidikan spesialis maupun subspesialis guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam pembangunan sektor kesehatan, Pemerintah Kota Palangka Raya juga merencanakan pembangunan Puskesmas Kayon pada tahun 2027. Fasilitas tersebut direncanakan dilengkapi layanan UGD dan ruang rawat inap untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui pembangunan fasilitas kesehatan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.



















