PALANGKA RAYA – Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Sharing Session melalui Zoom Meeting bersama Taruna Akademi Militer (Akmil), Jumat (25/7/2026). Kegiatan yang diikuti siswa-siswi kelas XII SMA/MA se-Kalimantan Tengah tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai proses seleksi Taruna Akademi TNI maupun penerimaan Prajurit TNI AD jalur Bintara dan Tamtama, sekaligus memotivasi generasi muda agar mempersiapkan diri sejak dini. [foto]
Kegiatan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, dan Asisten Personalia Kodam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arm Reno Triambodo, sebagai narasumber utama. Selain itu, empat Taruna Akademi Militer asal Kalimantan Tengah turut berbagi pengalaman mengikuti pendidikan militer, yakni Sersan Taruna M. Idlal Athaillah, Sersan Mayor Taruna Sagana Arya Subarkah, Sersan Taruna Michael Debou Phalosa, dan Sersan Taruna Dionisius Alfredo K.

Dalam paparannya, Kolonel Arm Reno Triambodo menegaskan bahwa seluruh proses seleksi Taruna Akademi TNI maupun perekrutan Prajurit TNI AD dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, dan tanpa dipungut biaya.
“Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun. Kelulusan murni ditentukan oleh hasil seleksi dan kemampuan peserta. Masyarakat diminta tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menilai Kalimantan Tengah membutuhkan lebih banyak putra-putri daerah yang mampu menjadi perwira TNI dan memahami karakter serta tantangan pembangunan di wilayahnya.
“Anak Kalteng harus bangga. Kita bisa jadi pemimpin TNI yang profesional, modern, dan dicintai rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Reza Prabowo juga menyampaikan rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kodam XXII/Tambun Bungai melalui program Babinsa Masuk Sekolah. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan minat generasi muda Kalimantan Tengah bergabung menjadi prajurit TNI dengan memberikan pembinaan dan pendampingan sejak di bangku sekolah.
Pada sesi pemaparan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai empat aspek utama yang harus dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Taruna Akademi Militer, yaitu:
- Aspek administrasi dan akademik.
- Aspek kesehatan.
- Aspek jasmani dan psikologi.
- Aspek kepribadian serta wawasan kebangsaan.
Peserta diberikan pemahaman mengenai persyaratan administrasi, standar kesehatan, materi tes akademik, hingga pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi seluruh tahapan seleksi. Selain itu, para taruna juga membagikan pengalaman selama mempersiapkan diri hingga berhasil lolos menjadi Taruna Akademi Militer.
“Kunci lolos bukan hanya kuat, tapi konsisten. Saya latihan lari tiap pagi di stadion sejak kelas 11,” ungkap Sersan Mayor Taruna Sagana Arya Subarkah.
Pada akhir kegiatan, Kodam XXII/Tambun Bungai bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berharap sinergi tersebut mampu melahirkan lebih banyak putra-putri terbaik daerah yang mengabdikan diri melalui Akademi TNI maupun jalur Bintara dan Tamtama.
Masyarakat juga diimbau agar memperoleh informasi pendaftaran hanya melalui Kodam XXII/Tambun Bungai maupun laman resmi rekrutmen TNI AD. Dengan persiapan yang matang sejak di bangku sekolah, kesempatan menjadi perwira maupun prajurit TNI AD diharapkan semakin terbuka bagi generasi muda Kalimantan Tengah.
























