PALANGKA RAYA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkuat keterlibatan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran selama musim kemarau.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengatakan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan apabila ditemukan titik kebakaran. Selain penanganan di lapangan, jajaran TNI melalui Babinsa juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

Hal tersebut disampaikan Zainul Arifin usai Upacara Hari Ulang Tahun dan syukuran Kodam XXII/Tambun Bungai di Kalimantan Tengah, Senin (10/8/2026).
“Edukasi dilakukan untuk mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi memicu terjadinya karhutla. Jajaran TNI juga telah menyiapkan personel dan sarana pendukung di masing-masing satuan,” ujarnya.
Menurut Zainul, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan menyiapkan sarana pendukung yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran. Kendaraan pemadam kebakaran turut disiagakan untuk membantu masyarakat maupun unsur terkait dalam penanganan kebakaran di lapangan.
Kondisi musim kemarau menjadi perhatian bersama karena Kalimantan Tengah memiliki pengalaman menghadapi kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar. Oleh sebab itu, pemantauan kondisi wilayah dan kesiapan personel terus diperkuat dengan mengutamakan langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman karhutla.
“Adanya kolaborasi serta kesiapsiagaan di lapangan ini, diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas sekaligus menjaga wilayah Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla selama musim kemarau,” katanya.
Pemantauan terhadap titik panas atau hotspot juga terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait. Apabila terdapat indikasi kebakaran, langkah penanganan dilakukan di lokasi untuk mencegah api berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.
Selain penanganan di darat, dukungan operasi pemadaman melalui udara juga telah diupayakan. Permintaan dukungan helikopter untuk operasi pemadaman menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kondisi kebakaran membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Upaya penanganan karhutla tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara terpadu. Pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas di lapangan, serta masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama dengan menghindari pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan cara pembakaran.
Kolaborasi dan kesiapsiagaan yang terus diperkuat diharapkan dapat membantu menjaga kondisi Kalimantan Tengah tetap aman dari ancaman karhutla. Langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, pemantauan hotspot, kesiapan personel, serta dukungan sarana penanganan menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kemarau.
























