PALANGKA RAYA – Respons cepat kembali ditunjukkan Tim BPK Kamboja Kota Palangka Raya dalam membantu masyarakat. Kali ini, tim mendapat permintaan langsung dari warga untuk melakukan penebangan dua batang pohon ketapang kencana yang berada di belakang rumah warga di kawasan Jalan Ir. Juanda, Sabtu (30/5/2026).
Pohon dengan tinggi diperkirakan mencapai 12 meter dan diameter pangkal batang sekitar 45 sentimeter itu dinilai membahayakan karena posisinya sangat dekat dengan bangunan rumah warga. Selain itu, keberadaan pohon yang semakin tinggi dikhawatirkan dapat tumbang saat hujan deras disertai angin kencang.
Tim BPK Kamboja segera melakukan survei lokasi sebelum melaksanakan proses penebangan. Kondisi di lapangan cukup menantang karena area sekitar pohon dipenuhi semak belukar dan vegetasi yang rimbun. Di sekitar lokasi juga terdapat kabel listrik sambungan rumah (SR) yang menjuntai dengan ketinggian hanya setara leher orang dewasa sehingga berpotensi membahayakan penghuni rumah maupun pekerja saat proses penebangan berlangsung.

Dari dokumentasi kegiatan terlihat anggota tim melakukan pembersihan area terlebih dahulu agar proses pemotongan batang dapat dilakukan dengan aman. Beberapa personel terlihat memotong ranting dan semak yang menutupi akses kerja, sementara anggota lainnya mengatur arah rebahan pohon agar tidak mengenai bangunan maupun jaringan listrik.
Untuk menghindari risiko kecelakaan, kabel listrik yang berada di sekitar lokasi sementara dinaikkan menggunakan tali tambang dan dikaitkan pada pohon pucuk merah yang berada di dekat lokasi. Pengamanan tambahan juga dilakukan dengan mengikat kabel menggunakan potongan kabel bekas agar tetap berada pada posisi aman selama proses pekerjaan berlangsung.

Foto-foto di lapangan menunjukkan batang pohon berukuran besar harus dipotong secara bertahap menggunakan mesin gergaji rantai (chainsaw). Setelah pohon berhasil ditumbangkan, tim melanjutkan pemotongan batang menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan dan dibersihkan dari lokasi.
Ketua BPK Kamboja Kota Palangka Raya, Sucipto, S.Sos mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial tim terhadap keselamatan warga yang membutuhkan bantuan.
“Kami menerima permintaan warga karena kondisi pohon memang sudah cukup tinggi dan berisiko apabila terjadi hujan deras maupun angin kencang. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kerusakan rumah ataupun gangguan terhadap jaringan listrik,” ujar Sucipto.

Ia menjelaskan proses pekerjaan memerlukan waktu sekitar lima jam karena harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat posisi pohon berada di lingkungan padat vegetasi dan dekat dengan kabel listrik.
“Alhamdulillah seluruh pekerjaan berjalan lancar. Tidak ada kerusakan bangunan maupun gangguan jaringan listrik selama proses penebangan berlangsung. Ini berkat kerja sama seluruh anggota tim yang mengutamakan keselamatan kerja,” tambahnya.
Sucipto juga mengimbau masyarakat agar tidak menunggu pohon dalam kondisi membahayakan sebelum dilakukan penanganan. Menurutnya, pohon yang terlalu tinggi atau berada dekat bangunan dan jaringan listrik sebaiknya segera dipangkas atau ditangani oleh pihak yang memiliki kemampuan teknis.
Setelah proses penebangan selesai, area sekitar lokasi dibersihkan sehingga tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah maupun warga sekitar. Keberhasilan penanganan tersebut mendapat apresiasi dari pemilik lahan yang merasa lebih tenang karena potensi bahaya akibat pohon besar di dekat rumah telah berhasil diatasi.





















