PALANGKA RAYA – Akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat Kalimantan Tengah terus diperkuat, salah satunya melalui pengembangan layanan bedah saraf di Kota Palangka Raya. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit saraf tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Siloam Clinical Symposium 2026 yang menghadirkan dokter spesialis, subspesialis, serta jajaran manajemen rumah sakit untuk membahas perkembangan layanan kesehatan modern. Forum ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai penguatan layanan kesehatan spesialis di Kalimantan Tengah.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan perkembangan layanan bedah saraf yang kini didukung dokter subspesialis, teknologi penunjang medis, serta kolaborasi dengan sejumlah pakar nasional. Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu memberikan penanganan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Sales Associate Director Siloam Hospitals Group, Angelia Agustine, menjelaskan bahwa tantangan utama pengembangan layanan bedah saraf di Indonesia, termasuk di Kalimantan, masih berada pada keterbatasan jumlah dokter spesialis dan subspesialis.
“Selain memperkuat SDM, Siloam Palangka Raya juga mengandalkan fasilitas penunjang modern, termasuk MRI dan teknologi operasi minimal invasif untuk penanganan tulang belakang. Kehadiran teknologi tersebut memungkinkan proses diagnosis lebih cepat dan akurat sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan serta pengembangan tenaga medis menjadi langkah penting agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus terpenuhi seiring meningkatnya kebutuhan layanan spesialis.
Selain membahas pengembangan layanan bedah saraf, para narasumber juga mengingatkan bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Oleh karena itu, deteksi dini, penanganan cepat, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Direktur Rumah Sakit Siloam Palangka Raya, dr. Indriyani Wijaya, menyampaikan bahwa pengembangan layanan kesehatan di daerah diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menjalani pengobatan ke luar Kalimantan Tengah.
“Pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat waktu, biaya transportasi, maupun biaya akomodasi pasien beserta keluarga,” katanya.
Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa penanganan kasus stroke terus diperkuat melalui sistem layanan kegawatdaruratan serta koordinasi dengan berbagai fasilitas kesehatan di Kota Palangka Raya. Sinergi antara rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan pemerintah diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Forum Siloam Clinical Symposium 2026 turut dihadiri sejumlah dokter spesialis dan subspesialis dari berbagai bidang, di antaranya dr. Ferry Irawan, dr. Noor Akbar, dr. Perwira Bintang Hari, Dr. dr. Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, serta Prof. Dr. dr. Julius July. Kehadiran para tenaga medis tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan modern di Kalimantan Tengah.
























