PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung Program Swasembada Pangan Nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang digelar di Aula Eka Hapakat, Lantai III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Rapat koordinasi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. Kegiatan ini diikuti unsur pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mencetak generasi muda yang kompeten di sektor pertanian.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan Edy Pratowo, ditegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Hingga saat ini, pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 26,4 ribu hektare. Potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Karena itu, kami meyakini bahwa investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing,” ujar Edy Pratowo.
Menurut Edy Pratowo, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui Pendidikan Tinggi Vokasi Program Diploma I Bidang Pertanian yang menjadi bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Program pendidikan dirancang dengan komposisi pembelajaran 70 persen praktik dan 30 persen teori. Peserta juga dibekali kompetensi pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, hingga kewirausahaan agar mampu menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri.
Edy Pratowo mengungkapkan bahwa hingga 5 Agustus 2026 jumlah pendaftar Calon Taruna Tani baru mencapai 25 orang atau sekitar 14 persen dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan penjaringan calon peserta.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk berperan aktif menyukseskan program ini melalui sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan dukungan pelaksanaan di daerah masing-masing. Diharapkan program pendidikan vokasi ini terus berkembang, menjangkau lebih banyak kabupaten dan kota, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan masa depan bagi generasi muda,” ungkapnya.
Selain pendidikan tanpa biaya, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti praktik lapangan dan berpeluang menerima insentif sehingga dapat fokus mengikuti proses pembelajaran selama program berlangsung.
“Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk fokus menempuh pendidikan. Peserta memperoleh pendidikan tanpa biaya, menjalani praktik lapangan, dan berpeluang menerima insentif. Melalui program ini, diharapkan lahir petani muda yang kompeten, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menilai Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam mendukung program optimalisasi lahan dan cetak sawah nasional.
“Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Idha Widi Arsanti menjelaskan Program Diploma I Bidang Pertanian menerapkan pola pembelajaran yang didominasi praktik sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain pengoperasian alat dan mesin pertanian, peserta juga dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan drone dalam sektor pertanian.
Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program tersebut sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia pertanian yang unggul serta wirausaha muda di bidang pertanian.
“Kami berharap pemerintah daerah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program ini. Dengan dukungan seluruh pihak, pendidikan vokasi pertanian di Kalimantan Tengah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, melahirkan wirausaha muda, dan menjadi percontohan nasional,” tandasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjelaskan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Kartu Huma Betang Sejahtera yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pertanian.
Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian melalui program cetak sawah seluas 26.437 hektare, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial.
Linae Victoria Aden menambahkan bahwa program merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya. Pendaftaran Calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I telah dibuka dengan kuota sebanyak 178 peserta.
“Program ini ditujukan bagi penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera serta masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang bermukim di kawasan sekitar hutan. Proses pembelajaran berlangsung selama satu tahun di Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dengan dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi,” paparnya.

Linae Victoria Aden menegaskan keberhasilan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam sosialisasi, penjaringan calon Taruna Tani, dan penguatan sumber daya manusia pertanian di daerah.
“Keberhasilan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dukungan dalam sosialisasi, penjaringan calon Taruna Tani, dan penguatan sumber daya manusia pertanian di daerah menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana, Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pimpinan perguruan tinggi, unsur pendukung pendidikan vokasi pertanian, serta tamu undangan lainnya.
























