KALTENG PLUS ā Kalimantan Tengah memiliki beragam kuliner tradisional yang lahir dari kearifan masyarakat dalam mengolah hasil alam menjadi sajian bercita rasa khas. Salah satu yang masih bertahan hingga kini adalah Wadi Patin, hidangan berbahan dasar ikan patin yang diolah melalui proses fermentasi tradisional. Kuliner khas masyarakat Dayak ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang unik, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi.
Wadi Patin dibuat dari ikan patin segar yang difermentasi selama beberapa hari menggunakan racikan bumbu tradisional. Teknik pengolahan ini menghasilkan perpaduan rasa asin, asam, dan gurih yang menjadi karakter utama hidangan tersebut. Proses fermentasi juga membuat daging ikan memiliki tekstur yang lebih padat dengan aroma khas yang menggugah selera. Saat disajikan, Wadi Patin umumnya dinikmati bersama nasi hangat dan sambal, menciptakan perpaduan rasa yang kaya dan menjadi favorit masyarakat Kalimantan Tengah.
Bagi masyarakat Dayak, Wadi Patin bukan sekadar hidangan sehari-hari. Kuliner ini mencerminkan pengetahuan lokal dalam memanfaatkan hasil perairan sekaligus menerapkan teknik pengawetan alami yang telah diwariskan secara turun-temurun. Fermentasi bukan hanya berfungsi untuk memperpanjang daya simpan ikan, tetapi juga menghasilkan cita rasa yang semakin kompleks. Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai acara keluarga maupun kegiatan adat, menjadi simbol kebersamaan sekaligus bagian dari identitas kuliner yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Pelestarian Wadi Patin terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan gastronomi Kalimantan Tengah. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga menilai kuliner tradisional ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Kepala dinas tersebut menyampaikan bahwa Wadi Patin merupakan warisan kuliner yang mencerminkan identitas masyarakat Dayak dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan. Selain menjaga kelestarian budaya, pengembangan kuliner lokal juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat serta memperkuat citra Palangka Raya sebagai destinasi wisata kuliner.
Dengan cita rasa autentik, proses fermentasi yang menjadi ciri khas, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya, Wadi Patin menjadi salah satu ikon kuliner Kalimantan Tengah yang layak dicicipi. Hidangan ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata gastronomi, tetapi juga menghadirkan cerita tentang hubungan masyarakat Dayak dengan alam, tradisi, dan pengetahuan lokal yang terus hidup dalam setiap sajian. Menikmati Wadi Patin menjadi cara sederhana untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bumi Tambun Bungai.
















