PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., mengajak para lulusan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) untuk menjadi generasi yang inovatif, adaptif, dan memiliki jiwa kewirausahaan dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) yang digelar di Palangka Raya, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 340 wisudawan resmi menyelesaikan pendidikan dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Dalam sambutannya, Edy Pratowo menegaskan bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Perubahan terjadi sangat cepat. Transformasi digital, perkembangan AI, dan persaingan global menuntut lulusan perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan melalui gerakan dan tindakan nyata,” ujar Edy Pratowo.
Menurutnya, paradigma lulusan perguruan tinggi juga perlu berubah. Ia mengingatkan bahwa peluang menjadi aparatur sipil negara (ASN) sangat terbatas jika dibandingkan dengan jumlah lulusan setiap tahun, sehingga diperlukan keberanian untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Jangan hanya berpikir menjadi pegawai negeri. Jadilah pencipta lapangan kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Edy Pratowo juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan UMPR dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan, di antaranya kuliah gratis serta pendidikan vokasi Diploma I bidang pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menjelaskan bahwa pada pelaksanaan yudisium dan wisuda kali ini UMPR meluluskan sebanyak 340 mahasiswa.
Adapun jumlah lulusan tersebut terdiri atas:
- 160 lulusan Program Pascasarjana.
- 180 lulusan Program Sarjana.
Muhamad Yusuf menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki kehidupan nyata yang penuh tantangan dan persaingan. Karena itu, para lulusan diharapkan terus mengembangkan kompetensi dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, turut mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi dosen agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, ia mengajak para lulusan menerapkan budaya ilmiah yang telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai kejujuran, transparansi, dan integritas harus terus dijaga karena itulah yang akan membangun kepercayaan masyarakat kepada para alumni,” katanya.

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, menambahkan bahwa gelar sarjana merupakan modal akademik yang harus dibuktikan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, penghormatan terhadap lulusan tidak hanya ditentukan oleh gelar yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan memberikan solusi dan manfaat sesuai bidang keahlian masing-masing.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk menjaga integritas, kejujuran, dan kepercayaan masyarakat sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pelaksanaan yudisium dan wisuda tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta tamu undangan. Momentum tersebut menjadi penanda lahirnya ratusan lulusan baru yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan sekaligus penggerak pembangunan di Kalimantan Tengah.
























