PALANGKA RAYA – Suasana tenang di kawasan Jalan Kenanga, Kota Palangka Raya, mendadak berubah geger setelah seekor biawak liar masuk ke dapur rumah salah seorang warga, Rabu (13/5/2026).
Kemunculan hewan liar tersebut membuat penghuni rumah panik lantaran biawak berukuran cukup besar itu bergerak aktif di area dapur dan menjatuhkan sejumlah perabot menggunakan ekornya yang keras hingga menimbulkan suara keras di dalam rumah.
Merasa ketakutan, pemilik rumah kemudian meminta bantuan kepada BPK Kamboja untuk melakukan penanganan.
Tak berselang lama setelah menerima laporan, tim BPK Kamboja langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi terhadap biawak yang berada di dalam rumah warga tersebut.
Diduga, hewan liar itu masuk melalui saluran pembuangan air di bagian dapur yang cukup besar dan tidak dilengkapi pengaman berupa kawat penutup.
Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto, mengatakan kejadian seperti ini sudah cukup sering terjadi di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurutnya, meningkatnya kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman tidak terlepas dari semakin berkurangnya habitat alami akibat perkembangan kawasan perkotaan.
“Habitat satwa liar sekarang semakin sempit. Banyak lahan yang dulu menjadi tempat hewan mencari makan kini berubah menjadi kawasan permukiman, sehingga hewan-hewan seperti biawak mulai masuk ke lingkungan warga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biawak pada dasarnya merupakan satwa liar yang hidup di area rawa, sungai, maupun lahan terbuka. Namun karena perubahan ekosistem, hewan tersebut kini mulai beradaptasi hidup di sekitar kawasan perkotaan.
Sucipto juga mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun melakukan tindakan berbahaya apabila menemukan hewan liar masuk ke rumah.

Menurutnya, penanganan satwa liar sebaiknya dilakukan secara aman dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Kalau menemukan hewan liar seperti biawak, masyarakat sebaiknya segera melapor kepada petugas atau relawan agar bisa ditangani dengan aman. Jangan bertindak sendiri karena bisa berbahaya,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi saluran air maupun celah terbuka di rumah yang berpotensi menjadi akses masuk hewan liar.
Dalam proses evakuasi, tim BPK Kamboja terlihat berhati-hati agar biawak dapat diamankan tanpa melukai warga maupun hewan tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, situasi rumah kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti biasa.
Pemilik rumah pun menyampaikan rasa terima kasih kepada tim BPK Kamboja yang dinilai cepat tanggap dalam membantu masyarakat.

“Terima kasih kepada BPK Kamboja yang sudah cepat datang membantu. Kami sempat sangat takut karena suara perabot jatuh dari dapur cukup keras. Syukurlah akhirnya biawak berhasil diamankan,” ujar warga.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan satwa liar di kawasan perkotaan kini semakin sering terjadi sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat serta kepedulian bersama terhadap keseimbangan lingkungan.

























