PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat melanda coffee shop Toko Kopi Bumi yang berada di Jalan Kutilang kelurahan palangka, samping TAGANA Sosial, Kota Palangka Raya, Sabtu dini hari (23/5/2026).
Bangunan usaha kopi yang beroperasi selama 24 jam tersebut dilaporkan hangus terbakar hanya dalam hitungan menit akibat cepatnya kobaran api merambat ke seluruh bagian bangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, bangunan tersebut merupakan milik Tuti Lambung, sementara usaha coffee shop dikelola oleh owner bernama Agus.
Bangunan coffee shop diketahui merupakan bangunan lama dengan konstruksi beton pada bagian utama, namun menggunakan rangka kuda-kuda berbahan kayu pada bagian atap. Kondisi bangunan yang sudah cukup usang diduga membuat api lebih cepat merambat ketika kebakaran terjadi.
Api diperkirakan mulai muncul sebelum pukul 03.00 WIB. Kobaran kecil pertama kali terlihat sekitar pukul 03.04 WIB pada bagian dalam bangunan coffee shop.
Tidak lama kemudian, api dengan cepat membesar dan sekitar pukul 03.06 WIB kobaran api sudah menembus bagian atap bangunan yang terbuat dari kayu sirap dan berlapiskan seng.
Hanya berselang tiga menit, tepat pukul 03.09 WIB, api sudah merata hampir ke seluruh bagian bangunan coffee shop.
Kemudian pada pukul 03.12 WIB, api dilaporkan telah menghanguskan hampir seluruh bentuk bangunan Toko Kopi Bumi.

Sementara berdasarkan informasi yang beredar di grup relawan BPK Pandu 5, sekitar pukul 03.20 WIB kondisi di lokasi sudah memasuki tahap pendinginan dan hanya tersisa hasil pemadaman.
Saat kejadian berlangsung, di lokasi masih terdapat sekitar 15 orang pengunjung yang berada di area taman coffee shop.
Namun banyak pelanggan yang tidak langsung mengetahui bahwa tempat mereka nongkrong sedang mengalami kebakaran.
Sebagian pengunjung baru menyadari adanya kebakaran setelah terdengar teriakan “api” dari dalam bangunan dan kobaran mulai terlihat membesar di bagian atap.
Bahkan sejumlah pelanggan yang baru datang ke lokasi tampak terkejut ketika mengetahui coffee shop yang biasa mereka kunjungi sudah dilalap api.
Salah seorang saksi mata sekaligus petugas parkir, Rahmat Pauji, mengatakan dirinya bersama rekannya, Kadir mendengar teriakan dari pihak coffee shop yang meminta bantuan.
Saat itu posisi mereka berada sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
Mendengar teriakan tersebut, keduanya langsung bergegas menuju lokasi sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu proses pemadaman awal.
Namun saat tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan sulit dikendalikan.
“Kami dengar dari pihak coffee shop teriak api, lalu langsung mendatangi lokasi sambil membawa APAR. Tapi api sudah besar di bagian plafon dan menggumpal di area kitchen,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pihak coffee shop sebenarnya sempat melakukan pemadaman awal menggunakan APAR yang tersedia di lokasi.
Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dengan cepat hingga akhirnya pihak coffee shop keluar meminta bantuan kepada warga sekitar dan petugas parkir.
Saksi lainnya menyebutkan saat awal kejadian aliran listrik di dalam bangunan masih menyala. Namun tidak lama kemudian bagian KWH meter langsung jeglek setelah api membesar.
Selain Rahmat dan Kadir, kasir coffee shop bernama Adit juga berada di sekitar lokasi saat kebakaran terjadi.
Para pengunjung dan warga sekitar sempat berupaya menyelamatkan diri serta mengeluarkan sejumlah barang dari dalam bangunan sebelum api semakin membesar.
Relawan BPK Swakarsa Muhajirin menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Namun upaya pemadaman awal sempat mengalami kendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian.
Petugas dan relawan hanya mengandalkan suplai air dari mobil water tank yang datang ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.
“Kendala utama saat itu sumber air alam sangat minim, jadi hanya mengharapkan suplai dari water tank,” ujar salah satu relawan di lokasi.
Meski api menghanguskan seluruh bangunan dan harta benda di dalam coffee shop, beruntung lokasi bangunan memiliki jarak yang cukup jauh dengan bangunan lainnya sehingga kobaran api tidak sampai merembet ke rumah maupun bangunan di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, sejumlah relawan pemadam kebakaran lainnya bersama petugas damkar tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka.
Namun seluruh harta benda dan fasilitas usaha di dalam bangunan dilaporkan habis terbakar.
Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan pihak kepolisian.
























