PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung pengembangan wastra dan industri kreatif daerah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Kalteng Wastra Festival yang digelar Dekranasda Kalteng di GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Festival tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Kalimantan Tengah.
Kegiatan itu juga bertujuan memberdayakan pengrajin lokal, memperkokoh identitas budaya daerah, serta mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam kesempatan tersebut, Aisyah menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas para peserta yang menampilkan berbagai karya wastra khas Kalimantan Tengah.
Menurutnya, potensi wastra daerah memiliki nilai budaya dan ekonomi yang besar sehingga perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami terus berkomitmen mendukung pengembangan wastra dan industri kreatif daerah melalui pembinaan, promosi, pelatihan, dan berbagai program pemberdayaan lainnya,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan seperti Kalteng Wastra Festival, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman kain tradisional, kerajinan tangan, serta produk kreatif khas Kalimantan Tengah.
Selain menjadi ajang promosi budaya, festival tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Aisyah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pengrajin, desainer, dan pelaku usaha kreatif untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Menurutnya, peluang pasar industri kreatif dan wastra lokal saat ini semakin terbuka luas, terutama dengan berkembangnya promosi digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbasis budaya lokal.
“Harapannya para pengrajin dan pelaku UMKM terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan peluang pasar yang semakin berkembang,” katanya.
Dekranasda Kalimantan Tengah juga berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan industri kreatif daerah secara berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, wastra dan produk kreatif khas Kalimantan Tengah diharapkan semakin dikenal luas serta mampu menjadi kebanggaan daerah di tingkat nasional maupun internasional.























