SAMPIT – Sebuah coffee shop di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang pada Senin dini hari (18/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Sampit sejak Minggu sore hingga dini hari. Pohon berukuran besar yang diketahui merupakan pohon beringin roboh dan langsung menghantam bagian depan bangunan coffee shop.
Akibat kejadian itu, bagian atap dan kanopi kedai kopi mengalami kerusakan berat. Material batang pohon dan puing bangunan tampak berserakan di area lokasi kejadian.
Selain merusak bangunan coffee shop, pohon tumbang juga mengenai sebuah warung yang berada tepat di samping lokasi sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan.
Ijul, salah seorang pekerja coffee shop tersebut mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari warga sekitar pada dini hari.
Beruntung, saat kejadian kondisi kedai kopi sudah tutup sehingga tidak ada pegawai maupun pengunjung di dalam bangunan.
“Tidak ada pegawai ataupun pengunjung di dalam karena sudah tutup,” ujarnya.
Ia menjelaskan pohon yang roboh memiliki ukuran cukup besar karena merupakan pohon beringin tua yang tumbuh berdampingan dengan pohon kelapa di sekitar lokasi.
“Yang roboh itu pohonnya memang besar, makanya saat jatuh langsung menghantam bagian depan bangunan,” katanya.
Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Taman Kota Sampit. Sejak pagi hari, sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi untuk melihat kondisi bangunan yang rusak akibat tertimpa pohon.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, aktivitas di sekitar lokasi sempat terganggu karena batang dan ranting pohon menutupi sebagian area bangunan dan akses sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim, Heri Wahyudi mengatakan pihaknya menerima laporan pohon tumbang dari seorang warga bernama Zulkifli.
Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi batang pohon yang tumbang.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala karena terdapat kabel listrik aktif di sekitar pohon tumbang sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.
Selain itu, posisi batang pohon yang condong ke arah permukiman warga membuat petugas perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Karena ada kabel listrik yang masih menyala dan posisi pohon membahayakan rumah warga, kami berkoordinasi dulu dengan PLN dan Dinas PU supaya proses evakuasi aman,” jelas Heri.
Proses penanganan pohon tumbang berlangsung hingga sekitar pukul 11.14 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kerusakan bangunan coffee shop dan warung diperkirakan cukup besar.

























