Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Rotan di Kotim Anjlok Hingga Rp3.000 per Kg

Siap diputar
🔊 DENGARKAN BERITA INI

SAMPIT – Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut turut berdampak pada sektor ekonomi lokal, termasuk anjloknya harga rotan mentah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Pengusaha rotan di Kota Besi, H Dahlan Ismail, mengungkapkan bahwa penurunan harga terjadi akibat pembatalan permintaan dari pembeli luar negeri serta semakin ketatnya pengawasan jalur distribusi tidak resmi.

“Harga rotan turun. Dampak perang, banyak buyer membatalkan pesanan. Ditambah lagi pengawasan di jalur-jalur tikus sekarang makin ketat,” ujarnya, Selasa.

Ia menjelaskan, harga rotan mentah di wilayah Kota Besi, Cempaga, dan sekitarnya yang sebelumnya mencapai Rp6.000 per kilogram kini turun menjadi Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram. Bahkan di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, harga anjlok hingga Rp3.000 per kilogram.

Kondisi ini dikeluhkan para petani karena berdampak langsung terhadap pendapatan mereka. Meski demikian, sebagian petani tetap melakukan panen dan penjualan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurut Dahlan, konflik global memengaruhi permintaan pasar terhadap produk rotan Indonesia. Banyak pembeli memilih menunda atau membatalkan transaksi karena faktor keamanan dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Akibatnya, pabrik pengolahan rotan juga mulai membatasi pembelian bahan baku dari daerah, termasuk dari Kotawaringin Timur.

“Gudang-gudang besar di Cirebon mulai mengurangi pembelian karena kondisi keuangan mereka menipis, sementara stok masih banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah gudang penampungan rotan di luar Kalimantan bahkan sudah mulai tutup sejak awal Ramadhan. Di Banjarmasin, saat ini hanya tersisa dua gudang yang masih beroperasi.

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, setelah Lebaran kemungkinan makin banyak gudang yang tutup. Ini tentu sangat berdampak bagi petani,” ungkapnya.

Dahlan berharap situasi global segera membaik agar permintaan rotan kembali normal. Pasalnya, sektor rotan selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi ribuan masyarakat di Kotawaringin Timur.

Baca juga »  Banjir di Kotim Belum Ganggu Lahan Pertanian, Dinas Pertanian Justru Waspadai Kemarau Panjang
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
×
⭐⭐⭐⭐⭐
Suka menggunakan Aplikasi KALTENG PLUS?
Jika KALTENG PLUS membantu Anda mendapatkan berita Kalimantan Tengah setiap hari, luangkan waktu sebentar untuk memberikan ulasan di Google Play Store.
INPUT ID ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN KARTU ANGGOTA
Menyiapkan Scanner...
Arahkan Kamera ke area
QR Kartu Anggota
LIVE KALTENG PLUS
Memuat Judul...
Memuat Siaran Langsung...
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
TONTON
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
CALLCENTER110POLRI
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow