KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan resmi membuka Festival Budaya Penyang Hinje Simpei (FBPHS) Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan. Pembukaan festival berlangsung di Gedung Salawah Kasongan, Sabtu (18/7/2026) malam, dan dipimpin langsung oleh Bupati Katingan, Saiful.
Festival tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni dan budaya, tetapi juga menjadi media pembinaan sekaligus pelestarian budaya Dayak di tengah perkembangan zaman. Pemerintah Kabupaten Katingan memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Katingan, Saiful, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen dari berbagai kecamatan yang telah berpartisipasi dan turut menyukseskan penyelenggaraan festival budaya tahun ini. Menurutnya, antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa semangat melestarikan budaya daerah masih terus tumbuh di tengah masyarakat.
Saiful menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting yang membentuk jati diri suatu daerah. Di dalamnya terkandung nilai-nilai adat istiadat, norma kehidupan, etika, estetika, hingga berbagai bentuk kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
“Budaya merupakan rumah atau tempat bersemayamnya norma-norma religi, adat istiadat, etika, estetika, serta lainnya, hingga kesenian ritual maupun komunal. Namun, kita harus waspada karena budaya itu sendiri dapat punah dan tergilas oleh kemajuan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan modernisasi harus dihadapi dengan upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan festival budaya yang melibatkan generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri dan tetap mengenal akar budayanya.
Saiful menilai Festival Budaya Penyang Hinje Simpei menjadi wadah penting dalam memperkenalkan kembali kekayaan seni dan budaya Dayak kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana regenerasi pelaku budaya yang akan menjaga kelestarian tradisi di masa mendatang.
“Tujuan festival ini adalah memperkaya nilai historis budaya Dayak yang cenderung semakin menurun dan kurang dikenal oleh generasi sekarang. Melalui festival ini, kita berupaya melestarikan budaya untuk masa depan,” tambahnya.

Selain mengedepankan aspek pelestarian budaya, Bupati juga mengingatkan seluruh panitia, dewan juri, official, pelatih, hingga peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga persatuan dan kebersamaan.
Saiful juga meminta para camat, official, pendamping, dan pelatih untuk memberikan pendampingan secara maksimal kepada setiap peserta. Menurutnya, seluruh aparatur memiliki tanggung jawab untuk mengayomi, melayani, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan yang profesional dan berintegritas.
“Kepada para camat, official, pendamping, dan pelatih, saya minta agar selalu mendampingi dan mengurus pesertanya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Kita harus menjadi aparatur yang mengayomi, melayani, serta memelihara kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Saiful mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan Festival Budaya Penyang Hinje Simpei Tahun 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai serta mampu menghasilkan duta-duta budaya terbaik yang dapat membawa nama Kabupaten Katingan di tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Penyang Hinje Simpei Tahun 2026, Sasmita, menjelaskan bahwa pelaksanaan festival berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juli 2026 di Kasongan.
Sebanyak 123 peserta dari delapan kecamatan ambil bagian dalam festival tersebut. Mereka akan berkompetisi pada tiga cabang lomba yang menjadi ciri khas budaya Dayak, yaitu tari daerah, karungut, dan manyipet.
Melalui penyelenggaraan Festival Budaya Penyang Hinje Simpei, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap pelestarian budaya Dayak dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Festival ini juga diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda, memperkuat identitas budaya daerah, sekaligus mendukung pengembangan sektor seni dan budaya sebagai aset berharga Kabupaten Katingan.
























