PALANGKA RAYA – PT Raihan Alya Tour menggelar manasik umrah bagi ratusan calon jemaah di Masjid Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin, Jalan Talawang, Kota Palangka Raya, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan keberangkatan jemaah umrah yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang Agustus 2026.
Manasik umrah dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Haji dan Umrah, H. Hasan Basri. Kegiatan diikuti sekitar 750 calon jemaah yang akan diberangkatkan secara bertahap pada 6, 7, 8, 9, 13, dan 16 Agustus 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Pimpinan PT Raihan Alya Tour, Ust. H. M. Al Gifari, S.Sos.I., menjelaskan bahwa manasik menjadi bekal penting bagi calon jemaah agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah sekaligus mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Al Gifari menyampaikan bahwa PT Raihan Alya Tour telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian keuntungan dari penyelenggaraan perjalanan haji dan umrah disalurkan untuk mendukung pembangunan Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin di Jalan Talawang. Saat ini, pembangunan asrama telah berdiri dan masih berlanjut dengan pembangunan dua gedung baru.
“Berkat kepercayaan seluruh jemaah yang berangkat bersama PT Raihan Alya Tour, kami dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin,” ujar Al Gifari.

Menurutnya, setiap jemaah yang memilih berangkat melalui PT Raihan Alya Tour secara tidak langsung turut berpartisipasi mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren tersebut.
Selain pembekalan materi ibadah, panitia juga memfasilitasi penukaran mata uang rupiah ke mata uang Arab Saudi (riyal) bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Layanan tersebut diberikan untuk memudahkan calon jemaah mempersiapkan kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

Ust. Al Gifari menjelaskan, sebelum proses pendaftaran ditutup, pihaknya telah melakukan pemesanan kursi pesawat serta akomodasi hotel di Makkah dan Madinah sehingga seluruh kebutuhan perjalanan jemaah telah dipersiapkan lebih awal.
Ia mengingatkan para calon jemaah agar lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual serta menjaga kesehatan menjelang keberangkatan.

Beberapa persiapan yang ditekankan kepada calon jemaah meliputi:
- Memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah melalui manasik.
- Menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.
- Mengikuti seluruh arahan pembimbing selama perjalanan.
- Mematuhi ketentuan dan aturan ibadah di Tanah Suci.
- Menjaga kesabaran, keikhlasan, serta kekompakan selama menjalankan ibadah.
“Yang terpenting setelah semua kebutuhan perjalanan dipersiapkan adalah meningkatkan kesabaran, keikhlasan dalam beribadah, serta mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan selama pelaksanaan umrah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Haji dan Umrah, H. Hasan Basri, mengingatkan masyarakat agar memilih penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah yang memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah sehingga keamanan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan jemaah lebih terjamin.
“Gunakan penyelenggara haji dan umrah yang resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah serta memiliki pengalaman dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada jemaah,” pesannya.

Selama pelaksanaan manasik, suasana berlangsung interaktif. Al Gifari menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif yang diselingi humor sehingga menciptakan suasana hangat dan membantu para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh calon jemaah di halaman Masjid Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin sebagai penanda dimulainya rangkaian persiapan keberangkatan umrah tahun 2026.


























