PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Palang Merah Indonesia (PMI) memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan melalui donor darah. Kegiatan yang berlangsung di Markas PMI Kota Palangka Raya, Senin (27/7/2026), secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak.
Peringatan tersebut dihadiri Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin, jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya, pengurus PMI, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat yang selama ini aktif mendukung gerakan donor darah sukarela.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor sukarela yang selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan darah di berbagai rumah sakit di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, keberlangsungan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan stok darah yang cukup. Oleh karena itu, kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
“Donor darah bukan hanya aksi sosial melainkan wujud nyata gerakan kemanusiaan yang menjadi nafas bagi masyarakat membutuhkan,” ujar Nuryakin.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengatakan peringatan Hari Donor Darah Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Ia menjelaskan, tema Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2026, “One Drop of Humanity: Give Blood, Save Lives” atau “Setetes Darah untuk Kemanusiaan: Berikan Darah, Selamatkan Kehidupan”, mengandung makna bahwa setiap tetes darah yang didonorkan memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
“Setiap kantong darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi keselamatan banyak orang. Donor darah merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,” tegas Arbert.
Arbert mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus aksi sosial yang dilakukan secara rutin, bukan hanya saat terjadi kondisi darurat. Semakin banyak pendonor aktif, semakin besar pula peluang menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Selain membantu sesama, donor darah secara rutin juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang mampu memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung berbagai upaya PMI dalam meningkatkan jumlah pendonor sukarela.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pendonor yang secara sukarela telah mendonorkan darahnya untuk orang lain. Para pendonor adalah pahlawan kemanusiaan yang telah memberikan harapan baru bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2026 diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan donor darah, sehingga kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
























