PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar konser amal musik klasik yang dipadukan dengan lelang produk unggulan UMKM sebagai upaya menghimpun dana untuk program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam (20/7/2026) tersebut menjadi inovasi baru dalam menggalang partisipasi masyarakat sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., mengatakan konser amal tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palangka Raya. Seluruh dana yang terkumpul dari donasi, lelang produk lokal, dan berbagai bentuk sumbangan lainnya akan digunakan untuk membantu penyediaan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
“Ini sesuatu yang belum pernah kita lakukan. Semacam konser amal yang hasil donasinya nanti akan digunakan untuk bedah rumah,” ujar Fairid.
Menurut Fairid Naparin, program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi bagi warga yang masih menempati rumah tidak layak huni. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting agar target program dapat tercapai.
Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan hasil penggalangan dana mampu membiayai perbaikan sebanyak 10 unit rumah. Setiap rumah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 juta sehingga total dana yang ingin dihimpun mencapai kurang lebih Rp600 juta.
Selain sebagai kegiatan sosial, konser amal tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui lelang berbagai produk unggulan khas Kota Palangka Raya. Langkah ini diharapkan mampu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha.
Fairid Naparin menegaskan bahwa program bedah rumah yang didanai melalui konser amal ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Palangka Raya dan berbeda dengan program nasional pembangunan tiga juta rumah maupun program bedah rumah yang dilaksanakan instansi lainnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sehingga manfaatnya semakin luas, baik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun bagi pengembangan UMKM di Kota Palangka Raya.
“Harapannya semangat berbagi melalui kegiatan sosial seperti ini terus tumbuh dan menjadi agenda rutin di Kota Palangka Raya,” tutupnya.
























