PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan dengan menyasar berbagai komunitas masyarakat. Salah satu upayanya dilakukan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) bagi Komunitas Sepeda Palangka Raya (HASI) yang digelar di Muhammad Subuh Center, Sei Gohong, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Palangka Raya Bersepeda dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya. Selain memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal, peserta juga difasilitasi untuk membuka rekening investasi sebagai langkah nyata meningkatkan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah.

Mewakili Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST), Noor Bima Haru Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari target pembentukan 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2026.
Menurut Noor Bima Haru Kurniawan, kebiasaan bersepeda memiliki filosofi yang sejalan dengan upaya membangun kesehatan finansial. Keduanya membutuhkan komitmen, konsistensi, dan disiplin agar mampu memberikan hasil yang baik dalam jangka panjang.
“Bersepeda mengajarkan kita pentingnya menjaga kebugaran melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menjaga kesehatan finansial. Kondisi keuangan yang sehat dibangun melalui perencanaan yang baik, pengelolaan pengeluaran secara disiplin, serta investasi yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui program Road to SEPMT 2026, OJK bersama BEI Kalimantan Tengah terus mendorong masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk komunitas, agar semakin memahami pentingnya berinvestasi pada instrumen yang legal, berada di bawah pengawasan regulator, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya investor-investor baru di Kalimantan Tengah. Semakin banyak masyarakat yang memahami investasi secara benar, diharapkan semakin kuat pula budaya pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama BEI Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi yang aman, legal, serta mendukung pertumbuhan sektor jasa keuangan di daerah.























