PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menghadiri pembukaan Palangka Raya Fair 2026 yang digelar di Halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dengan mengusung tema “Palangka Raya Kota Kolaborasi”.
Palangka Raya Fair 2026 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, serta dihadiri Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, Ketua TP-PKK Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, kepala perangkat daerah, dan tamu undangan lainnya.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua TP-PKK Kota Palangka Raya. Setelah seremoni pembukaan, Yuas Elko bersama Fairid Naparin dan Achmad Zaini meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah, hasil kreativitas pelaku UMKM, serta layanan dari berbagai instansi.

Dalam kesempatan tersebut, Yuas Elko memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Palangka Raya Fair yang dinilai mampu menjadi sarana promosi sekaligus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan peningkatan daya saing produk lokal.
“Kegiatan ini sangat baik karena menjadi bagian dari promosi dan upaya menghidupkan UMKM. Harapannya, UMKM kita semakin bangkit sehingga masyarakat dapat menikmati dan berbelanja produk-produk lokal,” ujarnya.
Yuas Elko berharap Palangka Raya Fair dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten maupun kota lainnya di Kalimantan Tengah. Selain menjadi ruang promosi produk lokal, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah melalui meningkatnya aktivitas perdagangan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya. Selain menggerakkan perekonomian masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi agar tetap stabil,” pungkasnya.
Palangka Raya Fair 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Juli 2026. Selain menghadirkan pameran pembangunan, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi investasi, pengembangan UMKM, serta hiburan bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

Penyelenggaraan Palangka Raya Fair tahun ini melibatkan berbagai peserta, di antaranya:
- 31 stan organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Palangka Raya.
- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.
- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah.
- Bank Kalteng.
- TP-PKK Kota Palangka Raya.
- Stan perusahaan niaga dan dealer.
- Sebanyak 74 pelaku UMKM.
- Sekitar 210 lapak Pedagang Kreatif Lapangan (PKL).
- Sebanyak 30 tenda UMKM gratis yang difasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya.
Tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area pameran menunjukkan Palangka Raya Fair tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperkuat eksistensi UMKM lokal.
Melalui penyelenggaraan Palangka Raya Fair 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjalin untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta menghadirkan produk-produk lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
























