PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mengakui mengalami kerugian akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) milik pemerintah daerah yang mengalami kerusakan pada sejumlah titik.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan PT PLN (Persero), pemadaman listrik tidak dapat dibatasi hanya pada lokasi tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan seluruh jaringan yang terhubung, termasuk PJU, ikut terdampak ketika terjadi pemadaman maupun saat aliran listrik kembali menyala.

“PJU sangat terdampak. Hasil koordinasi kita dengan pihak PLN memang mereka tidak dapat membatasi pemadaman sesuai dengan harapan kita untuk PJU. Terutama saat pemadaman yang tidak kita ketahui jadwalnya, ini berpengaruh pada sistem sehingga secara otomatis PJU tidak bisa menyala kembali, harus kita setting ulang dan bahkan ada komponen-komponen yang rusak,” ujar Arbert, Senin (3/8/2026).
Arbert menerangkan, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba membuat sistem pengendali PJU harus dikonfigurasi ulang setiap kali pasokan listrik kembali normal. Selain itu, gangguan kelistrikan juga memicu kerusakan pada sejumlah komponen sehingga membutuhkan perbaikan maupun penggantian agar lampu jalan dapat kembali berfungsi.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perhubungan saat ini masih melakukan pendataan terhadap seluruh titik PJU yang mengalami gangguan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus mempercepat proses penggantian komponen yang sudah tidak berfungsi.
“Sudah pasti ada kerugian. Cuma saat ini kita sulit untuk menghitung karena memang belum dapat diukur lokasi mana saja yang terdampak. Pihak Dinas Perhubungan masih melakukan pendataan terhadap titik-titik yang mengalami gangguan dan melakukan penggantian komponen yang rusak,” katanya.
Menurut Arbert, hingga saat ini pemerintah daerah belum dapat memastikan besaran kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan sistem PJU. Hal tersebut disebabkan proses pendataan masih terus berlangsung dan laporan kerusakan terus bertambah seiring masih terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.
“Belum bisa disebutkan nominalnya karena datanya masih bergerak. Setiap hari masih ada pembaruan karena pemadaman listrik masih terjadi,” tutupnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya berharap proses pendataan dan perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga seluruh jaringan PJU kembali berfungsi optimal. Keberadaan penerangan jalan dinilai penting untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, meningkatkan keamanan lingkungan, serta menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari.
























