Agustiar Sabran Ajukan Lima Permintaan ke Pertamina untuk Atasi Antrean BBM di Palangka Raya

Siap diputar
🔊 DENGARKAN BERITA INI

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, , menyampaikan lima permintaan kepada pihak Pertamina guna mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Lima poin yang diajukan tersebut meliputi penambahan kuota , penambahan jam operasional SPBU, penambahan personel pelayanan di SPBU, pembangunan depo BBM, hingga usulan legalisasi pengecer BBM di Kalimantan Tengah.

Permintaan itu disampaikan Agustiar saat rapat koordinasi bersama Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyusul antrean panjang yang terus terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya.

“Kami ingin masyarakat itu senyum dan bahagia. Karena beberapa hari terakhir terjadi antrean, kami langsung mengantisipasi agar kondisi tetap aman,” kata Agustiar, Sabtu malam (9/5/2026).

Menurutnya, meskipun pengelolaan SPBU bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, namun pemerintah daerah tetap merasa perlu ikut turun tangan karena pelayanan kepada masyarakat berlangsung di wilayah Kalteng.

Agustiar menjelaskan salah satu langkah yang diminta kepada Pertamina adalah memperpanjang jam operasional SPBU hingga 24 jam di beberapa titik tertentu agar antrean kendaraan bisa lebih cepat terurai.

“Kami meminta SPBU tertentu bisa beroperasi 24 jam penuh. Kemarin masih sampai pukul satu dini hari, sekarang kami minta terus beroperasi agar masyarakat tidak kesulitan,” ujarnya.

Selain penambahan jam operasional, juga meminta penambahan personel pelayanan di SPBU agar proses pengisian BBM dapat berjalan lebih cepat dan antrean masyarakat tidak terlalu panjang.

Pemerintah provinsi juga mengusulkan pembangunan depo BBM tambahan guna memperkuat distribusi energi di Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah cukup luas dan jarak distribusi yang panjang.

Tak hanya itu, Agustiar turut menyoroti usulan legalisasi sementara bagi pengecer BBM untuk membantu mengurangi penumpukan antrean masyarakat di SPBU.

Ia juga menyoroti tingginya konsumsi BBM nonsubsidi jenis Pertamax di Kota Palangka Raya yang dinilai berbeda dibanding sejumlah daerah lain yang umumnya lebih didominasi penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite.

“Kalau di daerah lain yang dicari biasanya BBM subsidi, tetapi di Palangka Raya justru banyak masyarakat mencari Pertamax,” katanya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terkait kebutuhan distribusi BBM dan pengembangan SPBU di wilayah Kalimantan Tengah.

“Kami terus mengevaluasi kebutuhan penambahan SPBU dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan BBM tetap aman serta mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Baca juga »  Gubernur Agustiar Sabran Buka Gerakan Pangan Murah dan Cek Kesehatan Gratis di Hari Jadi Pulang Pisau ke-24
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
×
⭐⭐⭐⭐⭐
Suka menggunakan Aplikasi KALTENG PLUS?
Jika KALTENG PLUS membantu Anda mendapatkan berita Kalimantan Tengah setiap hari, luangkan waktu sebentar untuk memberikan ulasan di Google Play Store.
INPUT ID ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN KARTU ANGGOTA
Menyiapkan Scanner...
Arahkan Kamera ke area
QR Kartu Anggota
LIVE KALTENG PLUS
Memuat Judul...
Memuat Siaran Langsung...
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
TONTON
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
CALLCENTER110POLRI
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow