PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran kembali menggelar pertemuan rutin bersama insan pers sebagai bagian dari upaya menyerap langsung masukan dan kondisi riil di lapangan.
Pertemuan yang berlangsung santai namun penuh evaluasi tersebut menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah dan wartawan terkait berbagai persoalan pembangunan maupun pelayanan publik di Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan itu, Agustiar sempat melontarkan teguran keras kepada dua kepala organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah.
Teguran tersebut berkaitan dengan penyusunan perencanaan program hingga penyampaian informasi kepada publik melalui media massa yang dinilai kurang matang.
“Mungkin waktu membuat perencanaan dia mabuk, akhirnya mabuk,” celetuk Agustiar di hadapan wartawan.
Pernyataan gubernur tersebut sontak menarik perhatian peserta diskusi. Namun suasana tetap berlangsung santai dan penuh canda meski sarat pesan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah.
Pertemuan yang awalnya dibuka secara formal oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah itu pun berubah menjadi forum evaluasi terbuka terhadap sejumlah program pemerintah daerah yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Agustiar mengaku dirinya kerap menjadi pihak yang harus menjawab berbagai kritik masyarakat dan pertanyaan media akibat persoalan yang muncul dari pelaksanaan program di lapangan.
Karena itu, ia menilai penting adanya komunikasi rutin dengan insan pers agar pemerintah daerah dapat mengetahui langsung kondisi sebenarnya sekaligus menerima masukan dari masyarakat melalui pemberitaan media.
Menurut Agustiar, forum tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah untuk memperbaiki kinerja perangkat daerah sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah provinsi terus berupaya bekerja maksimal dalam membangun Kalimantan Tengah, termasuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang ramai menjadi sorotan publik.
Salah satunya terkait polemik proyek pengecatan jalur berwarna biru di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.
Gubernur menilai keterbukaan informasi dan kritik publik merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah agar pemerintah dapat terus melakukan pembenahan.
Pertemuan bulanan bersama wartawan tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berpihak kepada masyarakat di Kalimantan Tengah.

























