PALANGKA RAYA – Semangat pengabdian sosial terus ditunjukkan anggota BPK Kamboja Relkar Kota Palangka Raya. Di sela aktivitas bekerja mencari nafkah dan menempuh pendidikan, para relawan tetap meluangkan waktu mengikuti latihan rutin pemadaman kebakaran dan pengecekan mesin pompa air, Selasa (19/5/2026).
Latihan singkat yang berlangsung di kawasan Jalan Temanggung Tilung tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kesiapan personel serta memastikan seluruh peralatan pemadam tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja.
Meski hanya berlangsung sekitar satu jam, kegiatan tersebut berjalan penuh semangat. Para anggota tampak kompak melakukan pemasangan selang hisap, pengoperasian mesin pompa portable, hingga simulasi penyemprotan air ke lahan terbuka.

Ketua BPK Kamboja Palangka Raya sekaligus Inspektur Ahli Muda Kebakaran, Sucipto, S.Sos mengatakan latihan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan dasar anggota relawan, terutama dalam menghadapi situasi darurat kebakaran maupun bantuan sosial lainnya.
“Latihan ini sederhana, tetapi manfaatnya besar. Selain menjaga kondisi mesin tetap prima, anggota juga terus dilatih agar tidak lupa teknik dasar pemadaman dan tetap siap ketika ada permintaan bantuan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sucipto, sebagian besar anggota BPK Kamboja merupakan relawan yang memiliki pekerjaan dan aktivitas sekolah masing-masing. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menjalankan kegiatan sosial kemanusiaan.
“Mereka ini relawan murni. Ada yang masih sekolah, ada juga yang bekerja. Tetapi rasa kepedulian terhadap lingkungan membuat mereka tetap semangat hadir mengikuti latihan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan latihan seperti itu juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, kekompakan tim, serta membentuk mental kesiapsiagaan anggota di lapangan.
Selain itu, kemampuan dasar pengoperasian alat pemadam dinilai penting sebagai bekal keterampilan keselamatan yang nantinya dapat berguna di lingkungan masyarakat maupun dunia kerja.

“Minimal anggota memiliki pengetahuan dasar tentang penanganan kebakaran dan keselamatan lingkungan. Itu sangat bermanfaat untuk diri sendiri maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sucipto menegaskan seluruh kegiatan latihan tetap memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) dan faktor keselamatan anggota selama berada di lapangan.
Menurutnya, relawan kebakaran tidak hanya dituntut cepat dalam bertindak, tetapi juga harus memahami risiko dan cara bekerja yang aman saat melakukan penanganan.

Dalam latihan tersebut, suasana kebersamaan terlihat kuat. Para anggota saling membantu menyiapkan peralatan, mengatur aliran air, hingga melakukan simulasi penyemprotan secara bergantian.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk konsistensi BPK Kamboja dalam menjaga kesiapsiagaan relawan demi membantu masyarakat Kota Palangka Raya apabila sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran ataupun kondisi darurat lainnya.

























