PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk lebih agresif mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai penting menyusul realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga pekan pertama Juni 2026 yang baru mencapai sekitar 30 persen dari target yang telah ditetapkan.
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, S.Pd., mengatakan percepatan realisasi pendapatan daerah harus menjadi perhatian serius seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya instansi yang memiliki kewenangan dalam mengelola, mengawasi, dan mengembangkan potensi penerimaan daerah.
Menurut Junaidi, optimalisasi pendapatan perlu dilakukan secara konsisten sejak awal tahun anggaran agar target penerimaan tidak menumpuk pada akhir tahun. Dengan pengelolaan yang terencana, pencapaian target pendapatan diyakini akan lebih terukur dan berkelanjutan.
“Pengelolaan yang teratur sejak awal akan membuat pencapaian lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Junaidi mengungkapkan, berdasarkan paparan yang diterima DPRD, realisasi APBD hingga minggu pertama Juni masih berada pada kisaran 30 persen. Karena itu, pemerintah daerah diminta memaksimalkan seluruh potensi pendapatan dari berbagai sektor yang tersedia agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Berdasarkan paparan yang kami terima, sampai minggu pertama Juni capaian APBD masih berada di angka 30 persen. Karena itu, kami berharap Pemprov melalui perangkat daerah terkait dapat memaksimalkan potensi pendapatan dari berbagai sektor yang tersedia,” tegas Junaidi.
Ia menambahkan, tercapainya target pendapatan daerah menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah. Ketersediaan anggaran yang memadai akan memberikan kepastian terhadap pelaksanaan program prioritas di berbagai sektor sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Junaidi berharap seluruh perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap penerimaan daerah mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan inovasi dalam menggali potensi pendapatan, serta mengoptimalkan kinerja agar realisasi pendapatan terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
“Hal ini akan memberikan kepastian anggaran, sehingga pembangunan di berbagai bidang dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
























