PALANGKA RAYA – Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah terus mencari referensi dan inovasi pembangunan yang dapat diterapkan di daerah, khususnya dalam pengelolaan kawasan pascatambang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mempelajari strategi pemanfaatan lahan bekas tambang agar memiliki nilai ekonomi sekaligus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Kunjungan tersebut dilatarbelakangi oleh kesamaan karakteristik antara Kalimantan Tengah dan Bangka Belitung yang sama-sama memiliki wilayah bekas aktivitas pertambangan dalam jumlah cukup luas. Selama ini, lahan pascatambang sering kali identik dengan kerusakan lingkungan dan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Namun di Bangka Belitung, sejumlah kawasan bekas tambang berhasil ditata dan dikembangkan menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan legislator Kalimantan Tengah melakukan diskusi dan bertukar informasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenai regulasi, perencanaan, hingga implementasi program pemanfaatan lahan pascatambang yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya membahas aspek lingkungan, pertemuan tersebut juga mengulas strategi pembangunan ekonomi berbasis kawasan pascatambang yang mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan berbagai program transformasi kawasan bekas tambang melalui pendekatan Blue Economy dan Green Tourism. Kedua konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, sejumlah kawasan bekas tambang berhasil dikembangkan menjadi destinasi wisata, kawasan ekonomi produktif, hingga ruang publik yang memberikan nilai tambah bagi daerah.
Selain sektor pariwisata dan ekonomi, Bangka Belitung juga menunjukkan perkembangan dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi. Pemerintah daerah setempat terus memperluas jaringan internet hingga menjangkau desa-desa guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung transformasi digital di berbagai sektor.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, mengatakan pengalaman yang dimiliki Bangka Belitung menjadi referensi penting dalam upaya mencari solusi pengelolaan kawasan pascatambang di Kalimantan Tengah.
Menurut Lohing Simon, pemanfaatan lahan pascatambang tidak cukup hanya melalui kegiatan reklamasi, tetapi juga perlu diarahkan menjadi kawasan yang produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Menurut saya, pembangunan infrastruktur teknologi informasi, penyediaan akses internet, hingga pengembangan kawasan wisata di bekas area pertambangan diharapkan dapat menciptakan pola pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Lohing Simon menjelaskan bahwa di Bangka Belitung, sejumlah lahan bekas tambang telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis. Mulai dari pembangunan infrastruktur, kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga kawasan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep serupa berpotensi diterapkan di Kalimantan Tengah dengan menyesuaikan karakteristik wilayah, kondisi geografis, serta kebutuhan masyarakat setempat. Dengan perencanaan yang tepat, kawasan pascatambang dapat menjadi aset pembangunan yang produktif dan berkelanjutan.
Ia menilai pengelolaan lahan pascatambang yang baik tidak hanya mampu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan masukan bagi DPRD Kalimantan Tengah dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan pascatambang, pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah, Lohing Simon berharap kawasan bekas tambang ke depan tidak lagi dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan dapat diubah menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.















