PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk sinergi antara Polda Kalimantan Tengah, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Dalam pelaksanaannya, personel Polda Kalteng memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang datang untuk membeli bahan pangan. Dari hasil pengamatan di lokasi, warga tampak antusias memanfaatkan program tersebut dengan membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan dengan harga di bawah harga pasar.
Program ini menyediakan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau, di antaranya:
- Beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000.
- Minyak goreng seharga Rp15.700 per liter.

Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah bersama Bulog dan Polda Kalteng berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang stabil sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan di daerah.
Selain menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga merupakan langkah strategis dalam mendukung pengendalian inflasi daerah melalui stabilisasi harga komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Keberadaan personel kepolisian pada kegiatan tersebut menunjukkan dukungan Polri terhadap berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga turut hadir dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pelayanan yang humanis dan kolaboratif.
Gerakan Pangan Murah diharapkan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah.
























