PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah Keluarga Besar Upun Gawi yang digelar di Jalan G. Obos VIII, Bakung IV, Kota Palangka Raya, Jumat (10/7/2026). Kehadiran gubernur menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pelestarian budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ritual Tiwah merupakan salah satu upacara sakral umat Hindu Kaharingan yang memiliki makna mendalam sebagai penghormatan terakhir kepada leluhur. Prosesi ini bertujuan mengantarkan tulang belulang dan roh orang yang telah meninggal menuju tempat suci yang dikenal sebagai sandung atau lewu tatau sesuai dengan ajaran Hindu Kaharingan.

Pada pelaksanaan tahun ini, Ritual Tiwah dilaksanakan untuk 20 orang almarhum yang berasal dari Keluarga Besar Upun Gawi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah.
Rangkaian pelaksanaan Tiwah yang dipusatkan di kawasan Jalan G. Obos VIII telah memasuki puncak prosesi yang dikenal dengan istilah “tabuh”. Tahapan tersebut merupakan prosesi penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut sebagai bagian dari rangkaian ritual adat dan keagamaan.
Pelaksanaan tabuh pertama berlangsung pada Jumat (10/7/2026) dengan penyembelihan lima ekor kerbau. Selanjutnya, tabuh kedua dijadwalkan pada Minggu (12/7/2026), sedangkan tabuh ketiga akan dilaksanakan pada Senin (13/7/2026).

Selain memiliki makna spiritual yang kuat, Ritual Tiwah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak. Tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkaya keberagaman Kalimantan Tengah.
Kehadiran Agustiar Sabran dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan yang tetap berlandaskan nilai-nilai lokal serta semangat Huma Betang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, Majelis Agama Hindu Kaharingan, Keluarga Besar Upun Gawi, serta tamu undangan lainnya.

























