PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat melanda kompleks rumah dinas TNI di Jalan Manunggal, tepat di belakang Pos Damkar Kota Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026) sore. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB, kondisi api sudah membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan yang mayoritas berbahan kayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali diketahui warga saat api mulai membesar dari salah satu bangunan rumah dinas. Dalam waktu singkat, api menjalar dengan cepat ke bangunan lain karena konstruksi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu serta jarak antar rumah yang cukup berdekatan.

Salah seorang saksi mata, Aprilia (13), yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat melihat tanda-tanda tidak biasa sebelum kebakaran diketahui warga.
Saat diwawancarai tim di lokasi, Aprilia mengatakan dirinya sedang beristirahat di dalam kamar ketika melihat lampu di rumahnya berkedip-kedip.
“Saya lagi tiduran di kamar. Tiba-tiba lampu kedap-kedip. Saya kira listriknya bermasalah, jadi saya keluar untuk melihat,” ujarnya.
Namun sesaat setelah keluar rumah, Aprilia mendengar suara gaduh dari arah kompleks rumah dinas TNI dan melihat kobaran api yang sudah mulai membesar.
“Pas keluar sudah ramai orang teriak-teriak. Saya lihat api sudah ada dan makin besar. Asapnya juga sudah banyak,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Aprilia bersama keluarganya segera menjauh dari lokasi demi keselamatan.

Salah seorang penghuni rumah dinas TNI yang terdampak kebakaran, Khatimah (62), mengaku tidak berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Saat ditemui usai kebakaran, Khatimah mengatakan dirinya sedang berada di kawasan Km 16 untuk berkebun ketika mendapat kabar dari keluarganya bahwa rumah yang ditempatinya terbakar.
“Saat kejadian saya sedang di kebun di Km 16. Kakak saya yang datang memberitahukan kalau rumah terbakar, lalu saya langsung pulang ke sini,” ujarnya.
Namun ketika tiba di lokasi, proses pemadaman sudah berlangsung dan kobaran api telah menghanguskan sebagian bangunan rumah dinas tersebut.

“Waktu saya sampai api sudah besar dan petugas sudah melakukan pemadaman. Saya hanya bisa melihat proses pemadaman karena kebakaran sudah terjadi,” katanya.
Menurut Khatimah, hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti jumlah harta benda yang terdampak maupun nilai kerugian akibat musibah tersebut karena masih fokus memastikan kondisi keluarga dan rumah pascakebakaran.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian dan barang-barang yang terdampak, sampai sekarang saya belum tahu karena belum sempat memeriksa semuanya,” ungkapnya.
Khatimah juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat yang telah membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak semakin meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Saya berterima kasih kepada seluruh petugas dan warga yang sudah membantu. Semoga semua yang terlibat diberikan kesehatan dan keselamatan,” tuturnya.
Sementara itu, puluhan personel gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, relawan Balakar, dan sejumlah Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.

Dari dokumentasi lapangan terlihat kobaran api sangat besar disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. Api bahkan sempat membakar hampir seluruh bagian beberapa bangunan dan mengancam rumah-rumah lain di sekitarnya.
Dalam proses pemadaman, tampak Ketua Damkar & Rescue BPK Kamboja, Sucipto, S.Sos, turut berada di lokasi dan memimpin koordinasi lapangan bersama personel lainnya. Ia terlihat mengenakan topi biru bertuliskan BPK Kamboja dan seragam pemadam berwarna merah serta biru saat memantau langsung penanganan kebakaran.
Menurut Sucipto, saat pihaknya menerima informasi dan tiba di lokasi, kondisi api sudah dalam keadaan besar.
“Saat kami menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB, kondisi api sudah cukup besar. Kobaran api sudah menguasai beberapa bangunan sehingga prioritas pertama kami adalah mencegah api merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas gabungan langsung melakukan penyekatan dan serangan dari berbagai sisi untuk menghambat penyebaran api.
“Angin dan material bangunan yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri. Karena itu kami bersama personel Damkar Kota, relawan Balakar, dan sejumlah BPK langsung melakukan serangan dari beberapa titik sekaligus,” katanya.

Menurutnya, kedekatan lokasi kebakaran dengan kawasan permukiman membuat petugas harus bergerak cepat agar kobaran api tidak semakin meluas.
“Alhamdulillah berkat kerja sama seluruh unsur pemadam dan dukungan masyarakat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar lebih luas. Setelah api utama berhasil dipadamkan, kami lanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” jelasnya.
Sucipto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pemadam dan relawan yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Damkar, relawan BPK, Balakar, instansi terkait, dan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman. Semangat kebersamaan inilah yang membuat penanganan kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan maksimal,” ungkapnya.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah petugas terlihat berjibaku memadamkan api di tengah suhu panas dan kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Selang pemadam terbentang di beberapa ruas jalan untuk mempercepat suplai air menuju titik api.
Kobaran api yang sangat besar sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar. Banyak warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka sambil menyaksikan petugas melakukan pemadaman.

Terkait penyebab kebakaran, Sucipto menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari instansi yang berwenang.
“Kami fokus pada penanganan dan penyelamatan. Untuk penyebab pasti kebakaran, nanti akan ditangani dan disampaikan oleh pihak yang berwenang setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah bangunan yang terdampak, identitas penghuni rumah dinas, serta estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kebakaran ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di kawasan padat bangunan dan berada tidak jauh dari Pos Damkar Kota Palangka Raya. Berkat respons cepat petugas gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman sekitar.
























