Operasi Darat dan Udara Terus Digencarkan, Satgas Karhutla Perkuat Pengendalian Kebakaran di Kalteng

Siap diputar
🔊 DENGARKAN BERITA INI

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan () melalui Operasi Siaga Darurat yang melibatkan Satgas Udara, Satgas Darat, serta unsur gabungan lintas sektor. Berbagai upaya dilakukan secara terpadu, mulai dari patroli udara, pemadaman, pendinginan lahan, hingga edukasi kepada masyarakat guna mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau.

Operasi yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan pengendalian di sejumlah wilayah rawan di Kalimantan Tengah. Satgas terus bergerak menindaklanjuti laporan kebakaran sekaligus memantau potensi munculnya titik api baru.

05082026103741 0
Tim gabungan Satgas melakukan pemadaman dan pendinginan lahan terbakar di kawasan Kalampangan, Sebangau, , Selasa (4/8/2026).

Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan helikopter patroli untuk melakukan pemantauan kawasan rawan kebakaran. Selain itu, armada helikopter water bombing disiagakan guna mendukung proses pemadaman berdasarkan hasil pemantauan udara maupun kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, Satgas Darat menurunkan sebanyak 17 regu yang bertugas melakukan pemadaman, patroli kawasan rawan, pendinginan lahan yang telah terbakar, serta memberikan respons cepat terhadap laporan kebakaran yang diterima dari berbagai wilayah.

Salah satu fokus utama penanganan berada di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Di lokasi tersebut, operasi gabungan diperkuat oleh 32 regu yang terdiri atas unsur BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, , Polri, Tim Serbu Api (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta berbagai unsur pendukung lainnya.

Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Pemadaman titik api.
  • Pendinginan lahan gambut.
  • Patroli kawasan rawan kebakaran.
  • Pencegahan agar api tidak kembali menyala dan meluas.

Selain di Kabupaten Pulang Pisau, penanganan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti , Kabupaten Katingan, Desa Tanjung Taruna, hingga kawasan Kameloh Baru. Tim gabungan memanfaatkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mesin pemadam, kendaraan operasional, pompa air, selang pemadam, drone pemantauan, tangki air, sumur bor, serta alat berat.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, pada 4 Agustus 2026 terpantau sebanyak 256 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Sebaran hotspot terbanyak berada di:

  • Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 62 titik.
  • Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 57 titik.
  • Kabupaten Sukamara sebanyak 33 titik.

Selain melakukan pemadaman, Satgas Karhutla juga terus mengintensifkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diberikan mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pemantauan hingga 4 Agustus 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 238 hotspot harian, 25 kejadian Karhutla, satu kegiatan groundcheck, serta luas lahan terdampak mencapai 43,608 hektare.

Sementara itu, secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 4 Agustus 2026, tercatat sebanyak:

  • 4.883 titik hotspot.
  • 933 kejadian Karhutla.
  • Luas lahan terbakar mencapai 1.760,74 hektare.
05082026103741 1
Peta sebaran kejadian bencana di Provinsi Kalimantan Tengah periode 1 Januari hingga 4 Agustus 2026 yang menunjukkan dominasi kejadian kebakaran hutan dan lahan berdasarkan data Provinsi Kalimantan Tengah.

Data kebencanaan Provinsi Kalimantan Tengah hingga 4 Agustus 2026 juga menunjukkan total 1.148 kejadian bencana di seluruh wilayah provinsi. Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian paling dominan dengan 933 kasus, disusul 109 kebakaran permukiman, 50 kejadian cuaca ekstrem, 47 banjir, empat kejadian kekeringan, tiga abrasi, dan dua tanah longsor.

Dampak bencana tersebut tercatat memengaruhi 68.493 jiwa, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka. Selain itu, ribuan fasilitas turut terdampak, di antaranya 8.412 rumah tergenang, 202 rumah rusak berat, 89 satuan pendidikan, 43 rumah ibadah, 25 fasilitas , 91 titik jalan, serta 60 unit jembatan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memberlakukan Status Siaga Darurat Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026 sebagai bentuk penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur pengendalian kebakaran.

Sementara itu, dua daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, yakni yang berlaku mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2026 serta Kabupaten Kotawaringin Timur mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Operasi pengendalian Karhutla hingga saat ini terus dilaksanakan melalui sinergi berbagai unsur, meliputi BPBPK, kabupaten/kota, , Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, relawan, serta regu pemadam swakarsa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan potensi meluasnya kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat selama musim kemarau.

Baca juga »  Dinkes Kalteng Ingatkan Bahaya PM2.5 Akibat Kabut Asap, Kelompok Rentan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
×
⭐⭐⭐⭐⭐
Suka menggunakan Aplikasi KALTENG PLUS?
Jika KALTENG PLUS membantu Anda mendapatkan berita Kalimantan Tengah setiap hari, luangkan waktu sebentar untuk memberikan ulasan di Google Play Store.
INPUT ID ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN KARTU ANGGOTA
Menyiapkan Scanner...
Arahkan Kamera ke area
QR Kartu Anggota
LIVE KALTENG PLUS
Memuat Judul...
Memuat Siaran Langsung...
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
TONTON
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
CALLCENTER110POLRI
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow