PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan inflasi melalui penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika perekonomian.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Daerah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (29/6).
Menurut Achmad Zaini, Kota Palangka Raya sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah memiliki tingkat konsumsi masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk terus memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia agar gejolak harga dapat ditekan.
“Kota Palangka Raya sebagai pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah memiliki daya beli masyarakat yang tinggi. Karena itu, menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi daerah adalah cabai rawit dan cabai merah. Fluktuasi harga kedua komoditas tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor distribusi, cuaca, hingga ketersediaan pasokan dari daerah sentra produksi.
Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong penguatan kerja sama dengan Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura nasional. Melalui kerja sama tersebut diharapkan distribusi cabai dan sayur-mayur ke Palangka Raya dapat berlangsung lebih lancar sehingga pasokan tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen lebih stabil.
Achmad Zaini menegaskan bahwa kerja sama antardaerah tidak hanya sebatas penandatanganan kesepakatan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Penguatan kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi instrumen strategis untuk pengendalian inflasi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan konektivitas perdagangan antardaerah,” tegasnya.
Untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan optimal, Achmad Zaini menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya agar segera menindaklanjuti hasil kerja sama tersebut melalui langkah-langkah teknis, termasuk memastikan distribusi komoditas berjalan efektif hingga ke pasar-pasar tradisional.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Karo mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, mengendalikan inflasi, maupun meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di kedua daerah.
“Kita ingin membuktikan bahwa jarak geografis bukan menjadi hambatan, tetapi menjadi jembatan kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang mandiri dan tangguh,” pungkasnya.
Melalui penguatan kerja sama antardaerah tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
























