PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) memperkuat komitmen dalam pelestarian lingkungan hidup melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta penyerahan sebanyak 6.900 bibit pohon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, mitigasi perubahan iklim, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Palangka Raya.
Kolaborasi tersebut mencakup berbagai program strategis, mulai dari rehabilitasi lahan, pelestarian hutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis keberlanjutan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga konservasi merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan.
“Kolaborasi ini memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian hutan, rehabilitasi lahan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Fairid Naparin.
Menurutnya, tantangan lingkungan yang semakin kompleks tidak dapat dihadapi oleh pemerintah sendiri. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menambahkan kerja sama tersebut juga menjadi implementasi nyata semangat kolaborasi yang diusung Pemerintah Kota Palangka Raya dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Palangka Raya. Ia menilai keterlibatan berbagai lembaga konservasi akan memperkuat program pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI), Pietra Widiadi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penghijauan melalui penyediaan sebanyak 6.900 bibit tanaman pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi Kota Palangka Raya.
Pietra Widiadi menjelaskan, sebagai lembaga konservasi, YBNI memiliki visi melindungi hutan hujan tropis di Kalimantan Tengah melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat serta mengedepankan kearifan lokal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
CEO Yayasan Borneo Nature Indonesia, Anton Nurcahyo, menjelaskan bibit yang diserahkan terdiri atas berbagai jenis tanaman bernilai ekologis dan ekonomis, seperti petai, matoa, jengkol, asam, serta sejumlah tanaman lainnya. Pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, ketersediaan bibit, dan kesesuaian dengan karakteristik lahan yang akan menjadi lokasi penanaman.
“Pemilihan jenis tanaman dilakukan berdasarkan ketersediaan bibit, kebutuhan masyarakat, serta kesesuaian dengan karakteristik lahan yang akan menjadi lokasi penanaman,” jelas Anton Nurcahyo.
Anton Nurcahyo menambahkan, kerja sama dengan Pemerintah Kota Palangka Raya tidak hanya berfokus pada kegiatan penghijauan, tetapi juga mencakup berbagai program pengelolaan lingkungan hidup yang lebih luas, antara lain:
- Penguatan kebijakan publik di bidang lingkungan hidup.
- Pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pengembangan early warning system bersama BPBD.
- Pendampingan pengelolaan perhutanan sosial bersama Dinas Lingkungan Hidup.
- Pengembangan Desa Program Kampung Iklim (ProKlim).
- Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis konservasi.
Ia juga mencontohkan kolaborasi yang telah dilakukan di kawasan hutan adat Mungku Baru. Meski secara administratif berada di wilayah Kabupaten Gunung Mas, kawasan tersebut dikelola bersama masyarakat Kota Palangka Raya sehingga memerlukan sinergi lintas daerah agar kelestarian kawasan tetap terjaga.
Melalui penguatan kerja sama ini, Pemerintah Kota Palangka Raya dan Yayasan Borneo Nature Indonesia berharap berbagai program konservasi lingkungan dapat berjalan lebih efektif, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan ekosistem di Kalimantan Tengah.























