Setda Kalteng Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga Pangan

Siap diputar
🔊 DENGARKAN BERITA INI

PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Rapat yang digelar secara virtual tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat koordinasi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan berbagai program strategis nasional berjalan optimal. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

20072026021636 0
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (20/7/2026)

Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, dan diikuti Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (), Ateng Hartono, perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Ateng Hartono menjelaskan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga pekan ketiga Juli 2026. Berdasarkan data historis, bulan Juli umumnya mengalami inflasi dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang utama.

Hingga 17 Juli 2026, hanya empat provinsi yang mengalami kenaikan IPH, yaitu Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan. Sementara itu, jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan IPH menurun menjadi 69 daerah, dibandingkan 78 daerah pada pekan sebelumnya.

BPS juga mengingatkan sejumlah komoditas yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi, antara lain:

  • Beras.
  • Bawang putih.
  • Minyak goreng.

Harga beras medium tercatat mengalami kenaikan selama empat bulan berturut-turut. Sementara itu, harga bawang putih rata-rata mencapai sekitar Rp42.560 per kilogram atau sekitar 12 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Di sisi lain, harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta daging ayam ras mulai menunjukkan tren penurunan secara nasional, meskipun di beberapa daerah masih berada di atas harga acuan.

Selanjutnya, Kementerian Pertanian memaparkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino melalui berbagai strategi, di antaranya:

  • Pemetaan wilayah rawan kekeringan.
  • Penguatan pendampingan penyuluh pertanian.
  • Perbaikan infrastruktur irigasi.
  • Penguatan cadangan beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,24 juta ton.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengendalian organisme pengganggu tanaman serta memperkuat kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan komoditas strategis seperti bawang merah dan cabai.

20072026021636 1 1
Suasana Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diikuti pemerintah daerah secara virtual untuk memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga pangan.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan melaporkan harga bawang putih nasional per 17 Juli 2026 mencapai rata-rata Rp38.858 per kilogram atau naik sekitar 0,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga masih terjadi terutama di wilayah Indonesia Timur sehingga pemerintah terus berupaya memperlancar distribusi melalui penambahan pelabuhan masuk impor.

Menanggapi kondisi tersebut, Tomsi Tohir meminta agar realisasi impor bawang putih segera dievaluasi sehingga kuota yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal guna menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen. Bapanas juga meminta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) difokuskan pada daerah yang mengalami lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga upaya stabilisasi harga pangan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga »  Pengajian Muslimah Sambut Tahun Baru Islam, Aisyah Thisia Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
×
⭐⭐⭐⭐⭐
Suka menggunakan Aplikasi KALTENG PLUS?
Jika KALTENG PLUS membantu Anda mendapatkan berita Kalimantan Tengah setiap hari, luangkan waktu sebentar untuk memberikan ulasan di Google Play Store.
INPUT ID ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN KARTU ANGGOTA
Menyiapkan Scanner...
Arahkan Kamera ke area
QR Kartu Anggota
LIVE KALTENG PLUS
Memuat Judul...
Memuat Siaran Langsung...
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
TONTON
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
CALLCENTER110POLRI
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow