PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya menggelar Uji Ketangkasan Relawan Pemadam Kebakaran sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Sanaman Mantikei, Sabtu (18/7/2026), menjadi ajang meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat sinergi para relawan dalam menghadapi ancaman kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melalui simbolis penyemprotan sasaran menggunakan selang pemadam. Dari hasil pengamatan pada lokasi kegiatan, pembukaan berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta dan masyarakat yang memadati arena perlombaan.

Sebanyak 37 tim mengikuti kompetisi tersebut, terdiri atas 32 tim putra dan lima tim putri yang berasal dari relawan pemadam kebakaran, tim rescue, serta Tim Siaga Kebakaran (TSAK) dari berbagai wilayah di Kota Palangka Raya. Para peserta bersaing dalam berbagai simulasi yang dirancang menyerupai kondisi penanganan kebakaran di lapangan.
“Uji tanding, uji ketangkasan yang diikuti BPK di Kota Palangka Raya ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Palangka Raya. Kebetulan saat ini kita berada pada musim panas atau musim kemarau yang rawan karhutla maupun kebakaran permukiman. Para relawan di sini harus selalu siap siaga dengan kemampuan yang terus terlatih,” ujar Fairid Naparin.

Fairid Naparin mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana untuk mengasah kemampuan personel relawan agar semakin profesional dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Dalam setiap sesi perlombaan, peserta dituntut menyelesaikan berbagai rintangan dengan cepat dan tepat. Mereka harus menunjukkan kemampuan bekerja sama dalam tim, mengoperasikan peralatan pemadam, melewati lintasan halang rintang, hingga melakukan penyemprotan sasaran sesuai standar yang telah ditentukan.

Sementara itu, Ketua Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Oki Maulana, melalui Sekretaris Forum Relawan Damkar dan Pertolongan Kota Palangka Raya, Dede Septa Jaya, menjelaskan bahwa uji ketangkasan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia para relawan.
“Ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kualitas SDM relawan. Melalui kegiatan ini kemampuan para relawan diasah agar semakin siap menghadapi berbagai risiko saat melakukan penanganan kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan, sehingga mereka dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan terarah,” katanya.

Dede Septa Jaya menambahkan, berbagai materi perlombaan dirancang mendekati kondisi nyata di lapangan sehingga setiap peserta dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, menjaga koordinasi antartim, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas relawan dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang meningkat pada musim kemarau.
Selain menjadi ajang peningkatan kapasitas, uji ketangkasan juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarkomunitas relawan pemadam kebakaran yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat. Suasana kompetitif tetap berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap seluruh relawan semakin profesional, tangguh, dan solid dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Kemampuan yang terus diasah diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan serta penanganan kebakaran secara lebih cepat dan efektif, sehingga keselamatan masyarakat dapat terus terjaga.

























