PALANGKA RAYA – Tim BPK Kamboja menggelar kegiatan latihan sekaligus pemanasan mesin pompa air di kawasan lokasi pameran Jalan Temanggung Tilung, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan agar seluruh peralatan pemadam tetap dalam kondisi optimal dan siap digunakan sewaktu-waktu saat terjadi keadaan darurat.
Dalam kegiatan itu, sejumlah anggota tampak melakukan pengecekan mesin pompa portable, selang hisap, selang pembuangan hingga perlengkapan pendukung lainnya. Mesin pompa juga dioperasikan langsung di lokasi untuk memastikan kondisi mesin tetap prima dan tidak mengalami gangguan teknis ketika dibutuhkan mendadak.

Berdasarkan analisis dari dokumentasi kegiatan, latihan dilakukan di area terbuka dengan melibatkan anggota muda hingga relawan lapangan. Selain memanaskan mesin, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan koordinasi antaranggota dalam proses penanganan awal kebakaran maupun penyedotan air saat banjir.
Terlihat pula kendaraan operasional, perlengkapan selang spiral, mesin pompa portable hingga ambulans siaga berada di lokasi latihan. Kondisi ini menunjukkan kesiapan tim dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, baik kebakaran lahan, kebakaran permukiman, maupun penanganan banjir genangan di wilayah Kota Palangka Raya.
Suasana latihan berlangsung santai namun tetap serius. Sejumlah anggota terlihat mempraktikkan pemasangan selang dan pengoperasian mesin secara cepat sebagai bagian dari simulasi kesiapsiagaan lapangan.

Ketua BPK Kamboja sekaligus Inspektur Muda Ahli Kebakaran, Sucipto mengatakan latihan rutin dan pemanasan mesin merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan personel maupun peralatan operasional.
Menurutnya, mesin pompa yang jarang digunakan berisiko mengalami gangguan teknis ketika dibutuhkan mendadak. Karena itu, pengecekan rutin wajib dilakukan agar seluruh perlengkapan tetap layak pakai.
“Latihan dan pemanasan mesin ini rutin kami lakukan agar saat ada laporan kebakaran ataupun kondisi darurat lainnya, anggota dan peralatan sudah benar-benar siap bergerak,” ujarnya.
Sucipto menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya soal personel, tetapi juga memastikan mesin, selang, hingga kendaraan operasional dalam kondisi prima.

“Kami ingin seluruh anggota selalu siap siaga. Karena di lapangan, kecepatan penanganan sangat menentukan untuk meminimalisir risiko dan kerugian masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi semangat para relawan muda yang aktif mengikuti latihan dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial kemanusiaan bersama BPK Kamboja.
“Kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti ini terus tumbuh di kalangan generasi muda,” tutupnya.

























