Pelajar Dominasi Kecelakaan Lalu Lintas di Kalteng, Polda Soroti Tingginya Penggunaan Sepeda Motor

Siap diputar

PALANGKA RAYA – Kalangan pelajar dan anak muda usia produktif menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah. Data kepolisian menunjukkan, lebih dari separuh kasus kecelakaan didominasi oleh korban maupun pelaku berusia 12 hingga 23 tahun yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Yusep Dwi Prastiya, mengatakan kelompok usia pelajar menjadi perhatian serius karena mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (RFLLAJ) tingkat daerah Kalteng, Rabu (13/5/2026).

“Karena hampir 50 sekian persen didominasi pelajar. Pelaku itu bisa jadi korban, bisa juga pelaku yang terlibat kecelakaan,” kata Yusep.

Baca juga »  Raker Forum LLAJ Kalteng 2026 Jadi Momentum Wujudkan Zero Accident dan Zero Fatality di Jalan Raya

Menurutnya, sebagian besar kecelakaan yang melibatkan pelajar terjadi pada pengguna kendaraan roda dua. Faktor usia muda, kurangnya pengalaman berkendara, hingga rendahnya tingkat kedisiplinan berlalu lintas dinilai menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di kalangan generasi muda.

“Usia 12 sampai 23 tahun, dan hampir 80 persen menggunakan roda dua,” ujarnya.

Secara umum, angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah pada 2025 tercatat mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibanding tahun 2024. Meski jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan, total kejadian kecelakaan masih menunjukkan tren kenaikan di sejumlah wilayah.

Yusep menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya angka kecelakaan adalah pertumbuhan jumlah kendaraan yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil analisis kepolisian, pertumbuhan kendaraan di Kalimantan Tengah meningkat hampir 20 persen, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun di sisi lain, kapasitas dan pembangunan infrastruktur jalan tidak mengalami peningkatan yang sebanding dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah.

Baca juga »  Rekaman Diduga Minta Setoran, Kapolsek Seruyan Hulu Diperiksa Propam

Kondisi tersebut dinilai menyebabkan tingkat mobilitas masyarakat semakin tinggi, sementara volume jalan tetap terbatas. Akibatnya, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas juga ikut meningkat.

“Semakin tinggi frekuensi mobilisasi, pasti potensi terjadinya kecelakaan juga akan meningkat. Jalan tetap, kendaraan bertambah, mobilisasi bertambah, tentu potensinya semakin tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat.

Menurutnya, edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar dan generasi muda harus terus diperkuat agar kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar di bawah umur juga dinilai perlu menjadi perhatian serius guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Polda Kalteng berharap melalui sinergi berbagai pihak, angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar dapat ditekan, sehingga keselamatan pengguna jalan, khususnya generasi muda, dapat lebih terjamin di masa mendatang.

ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 01.34.51
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 03.42.53
ChatGPT Image 29 Apr 2026, 04.08.21
Ads 1200x600
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online KALTENG PLUS!!