PALANGKA RAYA – Ratusan pembalap dari berbagai daerah memeriahkan ajang Pertamax Turbo Motoprix Aspira Premio 2026 yang merupakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region Kalimantan Putaran III. Kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit Sabaru, Kota Palangka Raya, pada 18–19 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah dan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain menjadi arena persaingan para pembalap terbaik, kejuaraan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet otomotif, edukasi keselamatan berkendara, serta memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas usaha di sekitar lokasi kegiatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Yusep Dwi Prastiya, mengatakan penyelenggaraan Motoprix merupakan hasil sinergi antara pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam menyediakan arena balap resmi yang aman, tertib, dan sesuai regulasi.
“Selama dua hari kita melaksanakan Kejurnas Region Kalimantan Putaran III. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah dan Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Yusep, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Tidak hanya diikuti pembalap dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, kejuaraan juga diikuti peserta dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Pulau Jawa.
Yusep menjelaskan, pembukaan kejuaraan turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, Pangdam XII/Tanjungpura, serta unsur Forkopimda lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga otomotif di daerah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Motoprix bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi sarana pembinaan bagi pembalap muda agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kegiatan ini menjadi wadah mencari bibit-bibit pembalap, khususnya dari Kalteng, agar bisa berkompetisi di tingkat Kalimantan maupun nasional,” katanya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kehadiran pembalap dari berbagai provinsi juga menjadi kesempatan mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman antarpembalap. Menurut Yusep, kejuaraan resmi seperti ini diharapkan mampu mengarahkan generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di lintasan balap yang legal dan aman.
“Kami berharap semangat sportivitas terus tumbuh. Anak-anak muda bisa menyalurkan hobinya di trek balap yang sesuai regulasi, mengutamakan keselamatan, keamanan, dan sportivitas. Dengan begitu tidak ada lagi balapan liar yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Tengah, Fery, berharap sinergi antara IMI, Polda Kalimantan Tengah, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus diperkuat sehingga Kejurnas Motoprix dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Menurutnya, kejuaraan nasional tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam pembinaan atlet otomotif, tetapi juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan sirkuit.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga event kejuaraan nasional seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi sarana edukasi dan hiburan masyarakat, kegiatan ini juga memberi manfaat bagi teman-teman UMKM,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Yusep menambahkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran peserta, tim, dan penonton dari berbagai wilayah turut meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, jasa, hingga pariwisata.
“Tanpa pertumbuhan ekonomi yang baik tentu sulit menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan event ini memberikan manfaat bagi dunia otomotif, masyarakat, dan perekonomian Kalteng,” pungkasnya.























