PALANGKA RAYA – Perkembangan terbaru terungkap dalam penanganan kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Pria yang diamankan diketahui bernama Saldy, warga kelahiran Desa Tumbang Kalemei tahun 1988. Penangkapan dilakukan setelah tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran sejak peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan terduga pelaku berhasil diketahui setelah aparat menelusuri sejumlah petunjuk di lapangan. Tim kemudian bergerak menuju lokasi persembunyian dan mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti.
Dari dokumentasi di lapangan, terduga pelaku tampak dievakuasi dengan pengawalan ketat sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap di kawasan bantaran sungai. Setelah diamankan, pelaku digiring menuju titik evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke lokasi pemeriksaan. Pengamanan diperketat guna mengantisipasi kemungkinan adanya perlawanan maupun upaya pelarian dari pihak lain yang diduga masih berada di sekitar lokasi.
Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam pengungkapan kasus yang menyita perhatian publik. Sebelumnya, operasi penindakan terhadap bandar sabu berujung tragedi setelah Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Dalam insiden tersebut, dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan juga sempat dilaporkan hilang sehingga memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.
Usai diamankan, Saldy langsung dibawa ke hadapan penyidik untuk menjalani pemeriksaan intensif. Aparat kini mendalami sejauh mana peran yang bersangkutan, termasuk dugaan keterlibatannya dalam penyerangan terhadap personel kepolisian saat operasi berlangsung.
Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan keterkaitan Saldy dengan jaringan peredaran narkotika yang menjadi target operasi di Desa Tumbang Kalemei. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta mengembangkan penyidikan terhadap jaringan yang lebih luas.
Meski satu orang telah ditangkap, proses penegakan hukum belum berhenti. Tim gabungan Polres Katingan bersama Polda Kalimantan Tengah masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pihak lain yang diduga ikut berperan dalam aksi penyerangan tersebut.
Di saat bersamaan, penyidik terus mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Langkah itu dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh sekaligus memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
Hingga kini pengembangan perkara masih terus berjalan. Kepolisian memastikan penyelidikan tidak hanya difokuskan pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang membantu aksi penyerangan maupun upaya melarikan diri para terduga pelaku setelah insiden di Desa Tumbang Kalemei.
























